Aksi Super Damai Bela Islam: ALLAHU AKBAR!


Islam adalah rahmatan lil alamin. Maka pada hari ini 2 Desember 2016, Aksi Super Damai dari umat Islam itu adalah bukti nyata bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin. ALLAHU AKBAR!img_20161202_194954 img_20161202_194836 img_20161202_194711 img_20161202_194705 img_20161202_194654 img_20161202_194621 img_20161202_194617 img_20161202_194447 img_20161202_194409 img_20161202_194400 img_20161202_194343 img_20161202_194333 img_20161202_194328

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 7 Komentar

LELANG ONLINE PUSAKA KWA (sold out/termahar)


TOMBAK PANGGANG LELE BUNTEL MAYIT

Tuah Doa Empu: Buntel/Pembungkus Kesialan Hidup

20161129_192448 20161129_192512 20161129_192523 20161129_192548 20161129_192711 20161129_192732 20161129_192803 20161129_192843

Pusaka Tombak Panggang Lele memiliki bentuk luk 3, tombak ini ialah Tombak Pusaka yang digunakan para pembesar kerajaan/senopati untuk memimpin pasukan. Namun pusaka ini hanya untuk pegangan saja dan tidak untuk berperang. Jadi hanya diambil tuahnya saja.

Secara umum, pusaka tombak berdhapur Panggang Lele di percaya memiliki khasiat untuk memberi wibawa dan derajat tinggi, Disegani banyak orang karena kepemimpinan yang kuat. Pengayoman dan perlindungan dari bahaya baik serangan fisik maupun serangan goib. Cocok dimiliki oleh seorang kepala desa/ pemimpin/atasan/raja atau masyarakat umum/siapa saja yang ingin memiliki derajat yang tinggi di masyarakat.

Selain manfaat di atas, pusaka Tombak Panggang Lele milik KWA ini berpamor gubet/berputar/melintir. Ada yang menamakannya dengan pamor buntel mayit. Pamor buntel mayit dimaksudkan membungkus “kematian”, yang dimaksud sengkala dalam diri, kematian rejeki, kematian usaha, dan segala bentuk kesialan yang mengakibatkan kematian rejekinya, jalan usahanya dan lain sebagainya  telah dibungkus sehingga semua usaha bisa lancar dan tidak ada halangan.

Dari berbagai sumber literatur pusaka disebutkan manfaat Pamor  Buntel  Mayit  secara terperinci sbb:

  • Mendatangkan kekayaan kepada orang yang memiliki. 
  • Sarana mendatangkan kekayaan dari segala penjuru.
  • Anda akan lebih peka dalam melihat peluang bisnis yang banyak dibutuhkan masyarakat dalam jangkan panjang.
  • Memungkinkan orang yang memiliki keris ini akan cepat mendatangkan kekayaan yang berkah.
  • Jika Anda mempunyai usaha, maka usaha Anda akan semakin maju dan berkembang dengan pesat.
  • Mendatangkan ide atau kreasi bisnis yang dapat mempercepat kekayaan hidup.
  • Membantu menemukan relasi bisnis yang berkompeten dalam bekerjasama dengan baik dan saling menguntungkan.
  • Mempercepat datangnya rejeki yang seharusnya masih jauh menghampiri kedalam diri Anda.
  • Membantu membuka pintu rejeki Anda yang semakin luas.
  • Menderaskan aliran rejeki kedalam diri Anda.
  • Mendatangkan rejeki yang tidak pernah Anda sangka sebelumnya.
  • Mendatangkan dan mensirkulasikan energi keberuntungan kepada Anda.
  • Membuat Anda lebih sukses dalam berkarier.
  • Melancarkan bisnis yang Anda kembangkan.
  • Anda akan lebih cepat dalam mencapai kesuksesan hidup yang sesuai dengan kemampuan Anda.
  • Jika Anda seorang pengusaha, maka usaha yang Anda kelola akan berkembang dan mencapai tingkat kesuksesan lebih cepat dan mencapai puncak kejayaan.
  • Dengan memanfaatkan tuah energi pusaka Pamor Buntel Mayit, usaha apapun yang Anda jalankan dengan baik dan Anda kelola dengan maksimal, akan cepat mendatangkan kesuksesan dalam hidup Anda.
  • Memberikan perlindungan kepada Anda dan keluarga.
  • Menghindarkan Anda dari orang yang hendak berniat jahat kepada Anda.
  • Menangkis segala macam ilmu hitam yang dikirimkan untuk mencelakai Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.
  • Membuat Anda lebih peka dalam merasakan intuisi akan datangnya musibah/marabahaya yang akan mengancam. Sehingga Anda bisa menghindari kemungkinan yang akan terjadi.

Pusaka ini saya rawat dengan cara mudah yaitu memandikannya denga kembang setiap 1 Suro sehingga tuahnya terjaga sampai sekarang. Saya yakin PASTI, bahwa pemegang pusaka ini akan mendapatkan manfaat yang besar. Amin

Mahar: 2,3  juta. (sold out/termahar bp Z.E di Depok.)

Buruan dulurrr… siapa cepat dia dapat! Pusaka ini saya maharkan agar bisa berbagi manfaat pada pembaca KWA.

Minat SMS/WA ke nomor 081234588111

Terima kasih dan salam paseduluran.

 @kwa,2016

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

SYEKH JANGKUNG YANG PENUH KAROMAH: Catatan perjalanan KWA ke Makamnya di Pati Jawa Tengah


Istimewanya perjalanan ‘spiritual’ kali ini adalah mengunjungi makam seorang wali sakti mandraguna yang menjadi ikon/penanda kekuatan lelaku para ahli tirakat, wirid dan dzikir. Dialah makam Syekh Jangkung (Saridin) di Pati Jawa Tengah. Syekh Jangkung dikenal sebagai murid para wali: Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Kalijaga (Syekh Malaya) — Syekh Jangkung memanggil gurunya ini dengan sebutan “guru sejati” 

img-20161126-wa0019

img-20161126-wa0022-1Karomah Syekh Jangkung bernama asli Saridin ini melegenda hingga saat ini. Terungkaplah apa rahasia dibalik sosok sederhana yang sejak kecil dikenal wali ‘njadab’ ini dalam ajaran Syekh Jangkung yang ditulis Syekh Jangkung yaitu “Suluk Saridin”.

Suluk ini adalah bukti bahwa Syekh Jangkung adalah sosok penyebar Agama Islam di wilayah Grobogan (masa hidup Syekh Jangkung muda dan wilayan Pati (ketika dewasa) dan sekitarnya. Ajaran-ajaran Islam yang diajarkan para gurunya diteladani dan disebarkan di desa-desa dari mulut ke mulut. Tuah karomah sejarah hidupnya menjadi daya tarik bagi orang-orang Jawa. Mereka yang awalnya beragama Budha, Hindu dan animisme berdatangan ke Syekh Jangkung untuk belajar agama Islam.

Namun Syekh Jangkung adalah sosok guru yang sederhana. Selama hidupnya dia memilih untuk menjadi seorang petani lugu yang tinggal di Desa Landoh, Pati hingga akhir hayatnya. Masa kecil, dia dipanggil Saridin alias Raden Syarifudin putra dari Raden Singa Parna (Syeh Syafi’i) bersama ibu Robi’ah Attaji (Sekar Tanjung). Makam beliau berada di Ds. Landoh kec. Kayen Kab. Pati. Disekitar makam tersebut juga terdapat beberapa makam: Makam istri-istri beliau RA. Retno Jinoli dan RA. Pandan Arum dan Makam bakul legen, Prayoguna dan Bakirah.

KWA mendapatkan kehormatan memakai blangkon asli yang pernah dipakai selama hidupnya oleh Syekh Jangkung dan duduk di tempat duduk beliau

KWA mendapatkan kehormatan memakai blangkon asli yang pernah dipakai selama hidupnya oleh Syekh Jangkung

LUGU DAN SEDERHANA Dikisahkan dalam  Babad Tanah Jawa dan kesaksian dari mulut ke mulut di masyarakat, semasa kanak-kanak Saridin adalah seseorang yang lugu dan karena keluguannya itu pula dia sering ditipu dan dimanfaatkan oleh orang lain.

Syahdan pada suatu hari, dia dan saudara iparnya yang bernama Branjung, diberi oleh orang tuanya warisan satu pohon durian yang banyak buahnya. Kesepakatan terjadi, Saridin memperoleh jatah duren yang jatuh pada saat malam hari, dan Branjung mendapat jatah duren yang jatuh siang hari. Tapi sesungguhnya itu kesepakatan itu hanya akal-akalan Branjung.  Saat malam tiba, Branjung menyamar sebagai harimau dengan tujuan menakut-nakuti Saridin mendekati pohon duren yang saat itu ditunggu Saridin.  Alih-alih berlari, Saridin  yang saat itu membawa batang pohon tebu memukul  sampai mati harimau yang datang padanya –padahal, Harimau itu tidak lain Branjung.

Berita kematian Branjung  dengan cepat menyebar ke seantero Pati. Saridin lah yang membunuh Branjung. Saridin pun diadili dan dihukum setimpal oleh pengadilan di Pati yaitu  penjara. Sadirin menjalani masa hukuman tersebut dengan sabar.

Keluar dari penjara setelah menjalani hukuman, Saridin mulai mencari ilmu dengan nyantri di pondok di Kudus yang saat itu diasuh oleh Sunan Kudus.

Himg-20161126-wa0016ubungan santri – kyai antara Saridin dan Sunan Kudus menghasilkan hubungan yang unik. Sunan Kudus mengakui bahwa Saridin adalah santri yang penuh karomah karena memiliki ilmu Kun Fayakun, ilmu Sabdo Dadi, apa yang diucapkan langsung terkabul.

Dikisahkan percakapan yang melegenda antara keduanya.

Sunan Kudus: “Apakah setiap air  harrus ada ikannya, Din?”

Saridin: “Ada, guru “

Mendengar jawaban dari Saridin, Sunan Kudus terheran-heran dan mengutus santri lain untuk mengambil pohon kelapa untuk membuktikan jawaban Saridin.

Begitu kelapa dipecah terjadilah keajaiban: di dalam batok kelapa itu  ada ikannya sungguhan.

Sunan Kudus diam-diam kagum dengan karomah Sarridin. Namun, dibalik kekagumannya itu, Sunan Kudus iri karena khawatir nantinya akan kalah popular dari Saridin. Namun rasa gengsi sang kyai tidak mungkin mengutarakan isi hatinya yang kagum.

Kejadian lain terkait karomah Saridin pada suatu ketika, di pondok Sunan Kudus ada kerja bakti mengisi bak mandi.  Para santri bahu membahu mengisinya dengan ember. Saridin yang berniat membantu harus kecewa karena ember sudah habis dipakai santri lain. Para Santri mengolok-olok Saridin agar membantu mengisi bak mandi namun menggunakan keranjang dari bambu yang jelas tidak mungkin bisa dipakai untuk menampung air.

Saridin yang lugu pun mengambil keranjang dan secepat kilat digunakannya keranjang itu untuk mengisi bak mandi. Sekali keranjang bambu dimasukkan air sumur dan diguyurkan ke bak mandi tiba-tiba bak mandi langsung terisi penuh. Semua santri terheran-heran, takjub dengan kejadian diluar akal ini.

Banyak karomah dari  Saridin membuat Sunan Kudus memutuskan untuk mengusir santri ini dari pondoknya. “Saridin orang yang suka pamer, di pondok ini untuk belajar agama Islam, bukan untuk pamer kesaktian” kata Sunan Kudus kepada  santri –santrinya.

Gundah gulana dalam pengusirannya, Saridin memutuskan untuk belajar langsung ke Syekh Malaya alias Sunan Kalijaga yang saat itu terkenal sebagai wali yang penuh karomah dan bijaksana. Dalam waktu singkat Saridin lulus dari belajar agama. Saridin memutuskan pulang ke desa asalnya dan mendirikan pondok  bersama anaknya.

Sebelum pulang, Saridin diberi nasehat dan wejangan kepada Saridin agar pandai-pandai menyimpan karomahnya. “Ngger anakku Saridin, kamu saya berikan gelar Syekh Jangkung yang artinya doa agar kamu bisa njangkung lan njampangi kaum disekitar tempat tinggalmu kelak. Semua karomahmu terjadi atas ijin Allah SWT dan simpanlah baik-baik karomahmu untuk berdakwah. Jangan pernah sombong dan mempertunjukkan karomahmu bila tidak perlu,” kata Sunan Kalijaga.

“Baik Bopo Guru Sejatiku,” kata Saridin.

Singkat cerita,  Saridin pulang ke kampung halamannya di Pati melintasi hutan roban yang saat itu sangat ditakuti karena kerajaan siluman. Banyak korban dari masyarakat yang hilang di hutan karena menjadi makanan siluman-siluman di hutan besar yang angker ini. Dalam waktu singkat Saridin berhasil mengalahkan raja siluman dan membuat masyarakat di sekitar hutan aman bisa membangun rumah-rumah di sana. Atas jasanya ini, raja Mataram saat itu menghadiahi Saridin dengan menikahi Retno Jinoli, kakak dari Sultan Agung.

Pasangan Saridin-Retno Jinoli ini akhirnya memiliki keturunan, sang anak yang dinamakan: Momok. Sedangkan Retno Jinoli dipanggil dengan panggilan kesayangan Mbokne Momok.

Dikisahkan, Saridin dan sang anak lelakinya, Momok membangun pondok pesantren di Desa Landoh –ini desa terakhir sampai Saridin wafat. Untuk menghidupi pondok, mereka babat alas dan membuat sawah serta menjadi petani. Untuk memudahkan pekerjaan, Saridin memiliki kerbau untuk membajak sawah.

Suatu hari, karena kelelahan dipakai untuk membajak sawah maka kerbau ini mati. Saridin pun datang dan meniup kepala kerbau. Ajaib, kerbau itu bangun dan hidup kembali. Kerbau itu disebut kerbau landoh –karena berasal dari kerbau Desa Landoh.  Kerbau yang didoakan saridin agar hidup kembali ini memang istimewa karena setelah kerbau ini benar-benar mati karena usia tua, bila seseorang memiliki jimat berupa sisa kulit dan tulang belulangnya maka seseorang itu bisa kebal terhadap semua jenis senjata.  Hingga saat ini, sisa bangkai kerbau landoh itu masih disimpan di museum sederhana di area makam Syekh Jangkung/ Saridin.

Di akhir hayatnya, Syekh Jangkung/Saridin  berpesan agar kelak kalau dirinya wafat maka kerbau landoh itu juga harus disembelih. Para santri dan keluarganya benar-benar melaksanakan pesan ini ketika Syekh Jangkung wafat. Daging kerbau landoh dibagi-bagikan ke warga sekitar pondok dan hingga saat ini kebiasaan membagi-bagikan daging kerbau itu masih dilestarikan masyarakat Pati bagian selatan khusunya desa Kayen, Sukolilo, Gabus, dan Winong.

Demikian sedikit riwayat hidup Syekh Jangkung dan akhirnya akan kita coba mengungkapkan inti dari pelajaran yang disampaikan beliau yang terangkum dalam Suluk Saridin/Syekh Jangkung berikut ini:

SULUK SARIDIN (SYEKH JANGKUNG) — –sebagaimana yang telah ditulis ulang oleh sahabat Mas Kumitir dalam blognya alangalangkumitir. —

Bismillah, wengi iki ingsung madep, ngawiti murih pakerti, pakertining budi kang fitri, sujud ingsun, ing ngarsané Dzat Kang Maha Suci. — Bismillah,malam ini hamba menghadap, mengawali meraih hikmah/ hikmah budi yang suci, hamba bersujud, di hadapan Keagungan Yang Mahasuci.

Bismillah ar-rahman ar-rahim, rabu mbengi, malam kamis, tanggal lima las, wulan poso, posoning ati ngilangi fitnah, posoning rogo ngeker tingkah. — Bismillâh ar-Rahmân ar-Rahîm, Rabu malam Kamis, tanggal 15 bulan Ramadhan, puasa hati menghilangkan fitnah, puasa raga mencegah tingkah buruk.

Bismillah, dhuh Pangeran Kang Maha Suci, niat ingsun ndalu niki, kawula kang ngawiti, nulis serat kang ingsun arani, serat Hidayat Bahrul Qalbi, anggayuh Sangkan Paraning Dumadi. — Bismillâh, wahai Tuhan Yang Mahasuci, niat hamba malam ini, hamba yang mengawali, menulis surat yang dinamai, surat Hidayat Bahrul Qalbi, untuk memahami asal tujuan hidup ini.

Bismillah, dhuh Pangeran mugi hanebihna, saking nafsu ingsun iki, kang nistha sipatipun, tansah ngajak ing laku drengki, ngedohi perkawis kang wigati. —- Bismillâh, wahai Tuhan semoga Engkau menjauhkan, dari nafsu hamba ini, yang buruk sifatnya, senantiasa mengajak berlaku dengki, menjauhi perkara yang baik.

Bismillah, kanthi nyebut asmaning Allah, Dzat ingkang Maha Welas, Dzat ingkang Maha Asih, kawula nyenyuwun, kanthi tawasul marang Gusti Rasul, Rasul kang aran Nur Muhammad, mugiya kerso paring sapangat, kanthi pambuka ummul kitab. — Bismillâh, dengan menyebut nama Allah, Dzat Yang Maha Pengasih, Dzat Yang Maha Penyayang, hamba memohon, melalui perantara Rasul, Rasul yang bernama Nur Muhammad, semoga berkenan memberi syafaat, dengan pembukaan membaca ummul kitab.

Sun tulis kersaneng rasa, rasaning wong tanah Jawa, sun tulis kersaneng ati, atining jiwa kang Jawi, ati kang suci, tanda urip kang sejati, sun tulis kersaning agami, ageming diri ingkang suci. — Hamba tulis karena rasa, perasaan orang tanah Jawa, hamba tulis karena hati, hati dari jiwa yang keluar, hati yang suci, tanda hidup yang sejati, hamba tulis karena agama, pegangan diri yang suci.

Kang tinulis dudu ajaran, kang tinulis dudu tuntunan, iki serat sakdermo mahami, opo kang tinebut ing Kitab Suci, iki serat amung mangerteni, tindak lampahé Kanjeng Nabi. —  Yang tertulis bukan ajaran,yang tertulis bukan tuntunan,surat ini sekadar memahami,apa yang tersebut dalam Kitab Suci,surat ini sekadar mengetahui,perilaku hidup Kanjeng Nabi.

Apa kang ana ing serat iki, mong rasa sedehing ati, ati kang tanpa doyo, mirsani tindak lampahing konco, ingkang tebih saking budi, budining rasa kamanungsan, sirna ilang apa kang dadi tuntunan.— Apa yang ada di surat ini,hanya rasa kesedihan hati,hati yang tiada berdaya,melihat sikap perilaku saudara,yang jauh dari budi,budi rasa kemanusiaan,hilang sudah apa yang menjadi tuntunan.

Mugi-mugi dadiho pitutur, marang awak déwé ingsun, syukur nyumrambahi para sadulur, nyoto iku dadi sesuwun, ing ngarsane Dzat Kang Luhur. — Semoga menjadi petunjuk,terhadap diri hamba sendiri,syukur bisa berguna untuk sesama, itulah yang menjadi permohonan,di hadapan Dzat Yang Mahaagung.

SYARIAT

Mangertiyo sira kabéh, narimoho kanthi saréh, opo kang dadi toto lan aturan, opo kang dadi pinesténan, anggoning ngabdi marang Pangeran — Mengertilah kalian semua,terimalah dengan segala kerendahan jiwa,terimalah dengan tulus dan rela,apa yang menjadi ketetapan dan aturan,apa yang telah digariskan,untuk mengabdi pada Keagungan Tuhan.

Basa sarak istilah ‘Arbi, tedah isarat urip niki, mulo kénging nampik milih, pundhi ingkang dipun lampahi, anggoning ngabdi marang Ilahi. — Istilah syarak adalah bahasa Arab,yang berarti petunjuk atau pedoman untuk menjalani kehidupan ‘agama’,untuk itulah diperbolehkan memilih,mana yang akan dijalani sesuai dengan kemampuan diri,guna mengabdi pada Keagungan Ilahi.

Saréngat iku tan ora keno, tininggal selagi kuwoso, ageming diri kang wigati, cecekelan maring kitab suci, amrih murih rahmating Gusti. — Apa yang telah di-syari‘at-kan hendaknya jangan kita tinggal,selama diri ini mampu untuk menjalankan,aturan yang menjadi pegangan hidup kita,aturan yang sudah dijelaskan dalam kitab suci al-Qur’an,Itu semua, tidak lain hanya usaha kita untuk mendapat rahmat, dan pengampunan dari Yang Maha Kuasa.

Saréngat iku keno dén aran, patemoné badan lawan lésan, ono maneh kang pepiling, sareh anggoné kidmat, nyembah ngabdi marang Dzat. –— Syariat juga diartikan, sebuah pertemuan antara badan dengan lisan,bertemunya raga dengan apa yang dikata,ada juga yang memberi pengertian,bahwa syariat adalah pasrah dalam berkhidmat,menyembah dan mengabdi pada Keagungan Yang Mahasuci.

Saréngat utawi sembah raga iku, pakartining wong amagang laku, sesucine asarana saking warih, kang wus lumrah limang wektu, wantu wataking wawaton. — Syari`at atau Sembah Raga itu,merupakan tahap persiapan, di mana seseorang harus melewati proses pembersihan diri,dengan cara mengikuti peraturan-peraturan yang ada,dan yang sudah ditentukan—rukun Islam.

Mulo iling-ilingo kang tinebut iki, sadat, sholat kanthi kidmat, zakat bondo lawan badan, poso sak jroning wulan ramadhan, tinemu haji pinongko mampu, ngudi luhuring budi kang estu. — Maka ingat-ingatlah apa yang tersebut di bawah ini, syahadat dengan penuh keihklasan, shalat dengan khusuk dan penuh ketakdhiman, mengeluarkan zakat harta dan badan untuk sesame, puasa pada bulan ramadhan atas nama pengabdian pada Tuhan, menunaikan ibadah haji untuk meraih kehalusan budi pekerti.

Limo cukup tan kurang, dadi rukune agami Islam, wajib kagem ingkang baligh, ngaqil, eling tur kinarasan, menawi lali ugi nyauri. — Lima sudah tersebut tidak kurang, menjadi ketetapan sebagai rukun Islam, wajib dilakukan bagi orang ‘Islam’ yang sudah baligh, berakal, tidak gila dan sehat, adapun, jika lupa menjalankan hendaknya diganti pada waktu yang lain.

Syaringat ugi kawastanan, laku sembah mawi badan, sembah suci maring Hyang, Hyang ingkang nyipto alam, sembahyang tinemu pungkasan. — Syariat juga dinamakan, melakukan penyembahan dengan menggunakan anggota badan, menyembah pada Keagungan Tuhan, Tuhan yang menciptakan alam, Sembah Hyang, begitu kiranya nama yang diberikan.

SYAHADAT

Sampun dados pengawitan, tiyang ingkang mlebet Islam, anyekseni wujuding Pangeran, mahos sadat kanthi temenan, madep-manteb ananing iman. —- Sudah menjadi pembukaan, bagi orang yang ingin masuk Islam, bersaksi akan wujudnya Tuhan, bersungguh-sungguh membaca syahadat, disertai ketetapan hati untuk beriman.

Asyhadu an-lâ ilâha illâ Allâh wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah, Tinucapo mawi lisan, Sareh legowo tanpa pameksan, Mlebet wonten njroning ati, Dadiho pusoko anggoning ngabdi. — Asyhadu an-lâ ilâha illâ Allâh wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah, ucapkanlah dengan lisan, penuh kesadaran tanpa paksaan, masukkan maknanya ke dalam hati, semoga menjadi pusaka untuk terus mengabdi.

Tan ana Pangeran, kang wajib dén sembah, kejawi amung Gusti Allah, semanten ugi Rasul Muhammad, kang dadi lantaran pitulungé umat. — Hamba bersaksi bahwa tak ada tuhan, yang wajib disembah, kecuali Allah swt, begitu pula dengan Nabi Agung Muhammad saw, yang menjadi perantara pertolongan umat.

SHALAT

Syarat limo ajo lali, kadas najis, badan kedah suci, nutup aurat kanti kiat, jumeneng panggonan mboten mlarat, ngerti wektu madep kiblat, sampurno ingkang dipun serat. — Lima syarat jangan lupa, badan harus suci dari hadats dan najis, menutup aurat jika tidak kesulitan, dilaksanakan di tempat yang suci, mengerti waktu untuk melakukan shalat, lalu menghadap kiblat, sempurna sudah yang ditulis.

Wolu las kang dadi mufakat, rukun sahe nglakoni shalat, niat nejo, ngadek ingkang kiat, takbir banjur mahos surat, al-fatihah ampun ngantos lepat. — Delapan belas yang menjadi mufakat, rukun sahnya menjalankan shalat, niat melakukan shalat, berdiri bagi kita yang mampu, mengucapkan takbiratul ikhram membaca surat, al-Fatichah jangan sampai keliru.

Rukuk, tumakninah banjur ngadek, aran iktidal kanti jejek, tumakninah semanten ugi, banjur sujud tumurun ing bumi, sareng tumakninah ingkang mesti, kinaranan ing tumakninah, meneng sedelok sak wuse obah. — Rukuk dengan tenang lalu berdiri, disebut i’tidal dengan tegap, hendaknya juga tenang seperti rukuk, lalu sujud turun ke bumi, bersama thumakninah yang benar, dinamakan thumakninah, diam sebentar setelah bergerak.

Sewelas iku lungguh, antarane rong sujudan, tumuli tumakninah, kaping telulas lungguh akhir, banjur maos pamuji dikir. — Sebelas itu duduk, di antara dua sujud, disertai thumakninah, tiga belas duduk akhir, lalu membaca pujian dzikir.

Limolas iku moco sholawat, kagem Gusti Rosul Muhammad, tumuli salam kang kawitan, sertane niat rampungan, tertib sempurna dadi pungkasan. —- Lima belas membaca shalawat, kepada Rasul Muhammad, kemudian salam yang pertama, bersama niat keluar shalat, tertib menjadi kesempurnaan.

ZAKAT

Zakat iku wus dadi prentah, den lampahi setahun pindah, tumprap wong kang rijkine torah, supados bersih awak lan bondo, ojo pisan-pisan awak déwé leno. —- Zakat sudah menjadi perintah, dilakukan setahun sekali, bagi orang yang hartanya berlimpah, supa bersih raga dan harta, jangan sekali-kali kita lupa.

Umume wong dho ngenthoni, malem bodho idul fitri, zakat firah den arani, bersihaké badan lawan ati, zakat maal ugo mengkono, nanging kaprahing dho orak lélo. — Umumnya orang mengeluarkan, malam Hari Raya Idul Fitri, zakat fitrah dinamai, membersihkan raga dan hati, zakat harta juga begitu, namun umumnya pada tidak rela.

Ampun supé niating ati, nglakoni rukun pardune agami, lillahi ta`ala iku krentekno, amrih murih ridaning Gusti, supados dadi abdi kang mulyo. — Jangan lupa niat di hati, menjalankan rukun fradhunya agama, karena Allah tanamkanlah, untuk mendapat keridhaan-Nya, supaya menjadi hamba yang mulia.

PUASA

Islam, balék, kiat, ngakal, papat sampun kinebatan, wonten maleh ingkang lintu, Islam, balék lawan ngakal, dados sarat nglampahi siam. — Islam, baligh, kuat, berakal, empat sudah disebutkan, ada juga yang mengatakan, Islam, baligh, dan berakal, menjadi syarat menjalankan puasa.

Kados sarat rukun ugi sami, kedah dilampai kanthi wigati, niat ikhlas jroning ati, cegah dahar lawan ngombé, nejo jimak kaping teluné, mutah-mutah kang digawé. —- Seperti syarat, rukun juga sama, harus dijalanlan dengan hati-hati, niat ikhlas di dalam hati, mencegah makan dan minum, jangan bersetubuh nomor tiga, jangan memuntahkan sesuatu karena sengaja.

Papat jangkep sampun cekap, dadus sarat rukuné pasa, ngatos-ngatos ampun léna, mugiyo hasil ingkang dipun seja, tentreming ati urip kang mulya. — Empat genap sudah cukup, menjadi syarat rukunnya puasa, hati-hati jangan terlena, semoga berhasil apa yang diinginkan, tentramnya hati hidup dengan mulia.

HAJI

Limo akhir dadi kasampurnan, ngelampahi rukun parduné Islam, bidal zaroh ing tanah mekah, menawi kiat bandane torah, lego manah tinggal pitnah kamanungsan. —  Lima terakhir menjadi kesempurnaan, menjalankan rukun fardhunya Islam, pergi ziarah ke tanah Makah, jika kuat dan hartanya berlimpah, hati rela menjauhi fitnah kemanusiaan.

Pitu dadi sepakatan, sarat kaji kang temenan, Islam, balik, ngakal, merdeka, ananing banda lawan sarana, aman dalan sertané panggonan. — Tujuh jadi kesepakatan, syarat haji yang betulan, Islam, baligh, berakal, merdeka, adanya harta dan sarana, aman jalan beserta tempat.

Ikram sertané niat, dadi rukun kang kawitan, wukuf anteng ing ngaropah, towaf mlaku ngubengi kakbah, limo sangi ojo lali, sopa marwah pitu bola-bali. — Ikhram beserta niat, menjadi rukun yang pertama, thawaf berjalan mengelilingi ka‘bah, lima sa’i jangan lupa, safa-marwah tujuh kali.

THARIQAT

Muji sukur Dzat Kang Rahman, tarékat iku sak dermo dalan, panemoné lisan ing pikiran, nimbang nanting lawan heneng, bener luputé sira kanthi héling. — Puji syukur Dzat Yang Penyayang,tarekat hanyalah sekadar jalan,bertemunya ucapan dalam pikiran,menimbang memilih dengan tenang,benar tidaknya engkau dengan penuh kesadaran.

Tarékat ugi kawastanan, sembah cipto kang temenan, nyegah nafsu kang ngambra-ambra, ngedohi sipat durangkara, srah lampah ing Bathara. — Tarekat juga dinamakan, sembah cipta yang sebenarnya, mencegah nafsu yang merajalela, menjauhi sifat keburukan, berserah di hadapan Tuhan.

Semanten ugi aweh pitutur, makna tarékat ingkang luhur, den serupaaken kados segoro, minongko saréngat dadus perahu, kang tinemu mawi ngélmu. — Kiranya juga memberi penuturan,makna tarekat yang luhur,diibaratkan laksana samudera,dengan syariat sebagai perahunya,yang ditemukan dengan ilmu.

Mila ampun ngantos luput, dingin nglampahi saréngat, tumuli tarékat menawi kiat, namung kaprahé piyambak niki, supe anggenipun ngawiti. — Maka jangan sampai keliru, mendahulukan menjalani syariat, kemudian tarekat jika mampu, namun umumnya kita ini, lupa saat memulai.

Mila saksampunipun, dalem sawek sesuwunan, mugiya tansah pinaringan, jembaring dalan kanugrahan, rahmat welas asihing Pangeran. — Maka setelahnya, hamba senantiasa memohon, semoga terus mendapat, lapangnya jalan anugerah, cinta dan kasih sayang Tuhan.

SYAHADAT

Lamuno sampun kinucapan, rong sadat kanthi iman, kaleh puniko dereng nyekapi, kangge ngudari budi pekerti, basuh resék sucining ati. —- Jika sudah diucapkan, dua syahadat dengan iman, dua ini belumlah cukup, untuk mengurai budi pekerti, membasuh bersih sucinya hati.

Prayuginipun ugi mangertosi, sifat Agungé Hyang Widhi, kaleh doso gampil dipun éngeti, wujud, kidam lawan baqa, mukalapah lil kawadisi. — Seyogyanya juga mengerti, sifat Keagungan Tuhan, dua puluh mudah dimengerti, wujud, qidam, dan baqa, mukhalafah lil hawâdis.

Limo qiyam binafsihi, wahdaniyat, kodrat, irodat, songo ilmu doso hayat, samak basar lawan kalam, pat belas iku aran kadiran — Lima qiyâmuhu bi nanafsihi, wahdaniyat, qodrat, iradat, sembilan ilmu, sepuluh hayat, sama&lsquo, bashar, kalam, empat belas qadiran.

Muridan kaping limolas, aliman, hayan pitulasé, lawan samian ampun supé, banjur basiron madep manteb, mutakalliman ingkang tetep. — Muridan nomor lima belas, aliman, hayan nomor tujuh belas, kemudian samian jangan lupa, terus bashiran dengan mantab, mutakalliman yang tetap.

Nuli papat kinanggitan, dadi sifat mulyané utusan, sidik, tablik ora mungkur, patonah sabar kanthi srah, anteng-meneng teteping amanah. — Kemudian empat disebutkan, menjadi sifat kemuliaan utusan, sidiq, tabligh tidak mundur, fathanah sabar dengan berserah, diam tenang bersama amanah.

Kaleh doso sampun kasebat, mugiyo angsal nikmating rahmat, tambah sekawan tansah ingeti, dadiho dalan sucining ati, ngertosi sir Hyang Widhi. —- Dua puluh sudah disebut, semoga mendapat nikmatnya rahmat, ditambah empat teruslah ingat, jadilah jalan mensucikan hati, mengetahui rahasia Yang Mahasuci.

SHALAT

Limang waktu dipun pesti, nyekel ngegem sucining agami, agami budi kang nami Islam, rasul Muhammad dadi lantaran, tumurune sapangat, rahmat lan salam. — Lima waktu sudah pasti, memegang kesucian agama,agama budi yang bernama Islam,rasul Muhammad yang menjadi perantara,turunnya pertolongan, rahmat, dan keselamatan.

Rino wengi ojo nganti lali, menawi kiat anggoné nglampahi, kronten salat dadi tondo, tulus iklasing manah kito, nyepeng agami tanpo pamekso. — Siang malam jangan lupa, jika kuat dalam menjalani, karena shalat menjadi tanda, tulus ikhlasnya hati kita, mengikuti agama tanpa dipaksa.

Ngisak, subuh kanthi tuwuh, tumuli luhur lawan asar, dumugi maghrib ampun kesasar, lumampahano srah lan sabar, jangkep gangsal unénan Islam.— Isyak, Shubuh dengan penuh, kemudian Luhur dan Ashar,sampai Maghrib jangan kesasar, jalanilah dengan pasrah dan sabar, genap lima disebut Islam.

Kanthi nyebut asmané Allah, Sak niki kita badé milai, ngudari makna ingkang wigati, makna saéstu limang wektu, pramila ingsun sesuwunan, tambahing dungo panjengan. — Dengan menyebut nama Allah, sekarang kita akan mulai, mengurai makna yang tersembunyi,makna sesungguhnya lima waktu,karenanya hamba memohon,tambahnya doa Anda sekalian.

ISYAK

Sun kawiti lawan ngisak, wektu peteng jroning awak, mengi kinancan cahya wulan, sartané lintang tambah padang, madangi petengé dalan. — Hamba mulai dengan isyak,waktu gelap dalam jiwa,malam bersama cahaya bulan,bersanding bintang bertambah terang,menerangi gelapnya jalan.

Semono ugi awak nira, wonten jroning rahim ibu, dewekan tanpa konco, amung cahyo welasing Gusti, ingkang tansah angrencangi. — Seperti itu jasad kamu,di dalam rahim seorang ibu,sendirian tanpa teman, hanya cahaya kasih Tuhan, yang senantiasa menemani.

SHUBUH

Tumuli subuh sak wusé fajar, banjur serngéngé metu mak byar, padang jinglang sedanten kahanan, sami guyu awak kinarasan, lumampah ngudi panguripan. — Kemudian shubuh setelah fajar,lalu matahari keluar bersinar,terang benderang semua keadaan,bersama tertawa badan sehat,berjalan mencari kehidupan.

Duh sedulur mangertiya, iku dadi tanda lahiring sira, lahir saking jroning batin, batin ingkang luhur, batin ingkang agung. —  Wahai saudara mengertilah, itu menjadi tanda kelahiranmu, lahir dari dalam batin, batin yang luhur, batin yang agung.

ZHUHUR

Luhur teranging awan, tumancep duwuring bun-bunan, panas siro ngraosaké, tibaning cahyo serngéngé, lérén sedélok gonmu agawé. — Zhuhur terangnya siang,menancap di atas ubun-ubun, panas kiranya kau rasakan, jatuhnya cahaya matahari, berhenti sebentar dalam bekerja.

Semono ugo podho gatékno, lumampahing umur siro, awet cilik tumeko gedé, tibaning akal biso mbedakké, becik lan olo kelakuné. —  Seperti itu juga pahamilah, perjalanan hidup kamu,dari kecil hingga dewasa,saat akal bisa membedakan, baik dan buruk perbuatanmu.

ASHAR

Ngasar sak durungé surup, ati-ati noto ing ati, cawésno opo kang dadi kekarep, ojo kesusu ngonmu lumaku, sakdermo buru howo nepsu. — Ashar sebelum terbenam, hati-hatilah menata hati, persiapkan apa yang menjadi keinginan, jangan tergesa-gesa kamu berjalan,hanya sekadar menuruti hawa nafsu.

Mulo podho waspadaha, dho dijogo agemaning jiwa, yo ngéné iki kang aran urip, cilik, gedé tumeko tuwo, bisoho siro ngrumangsani, ojo siro ngrumongso biso. — Maka waspadalah, jagalah selalu pegangan jiwa,ya seperti ini yang namanya hidup, kecil, besar, sampai tua,bisalah engkau merasa,janganlah engkau merasa bisa.

MAGHRIB

Maghrib kalampah wengi, serngéngé surup ing arah kéblat, purna oléhé madangi jagad, mego kuning banjur jedul, tondo rino sampun kliwat. —  Maghrib mendekati malam,matahari terbenam di arah kiblat, selesai sudah menerangi dunia, mega kuning kemudian keluar, tanda siang sudah terlewat.

Duh sedérék mugiyo melok, bilih urip mung sedélok, cilik, gedé tumeko tuwa, banjur pejah sak nalika, wangsul ngersané Dzat Kang Kuwasa. — Wahai saudara saksikanlah, bahwa hidup hanya sebentar, kecil, besar, sampai tua, kemudian mati seketika, kembali ke hadapan Yang Kuasa.

ZAKAT

Lamuno siro kanugrahan, pikantuk rijki ora kurang, gunakno kanthi wicaksono, ampun supé menawi tirah, ngedalaken zakat pitrah. — Jika engkau diberi anugerah, mendapat rezeki tidak kurang, gunakanlah dengan bijaksana, jangan lupa jika tersisa, mengeluarkan zakat fitrah.

Zakat lumantar ngresiki awak, lahir batin boten risak, menawi bondo tasih luwih, tumancepno roso asih, zakat mal kanthi pekulih. — Zakat untuk membersihkan diri, lahir batin tidak rusak, jika harta masih berlimpah, tanamkanlah rasa belas kasih, zakat kekayaan tanpa pamrih.

Pakir, miskin, tiyang jroning paran, ibnu sabil kawastanan, lumampah ngamil, tiyang katah utang, rikab, tiyang ingkang berjuang, muallap nembé mlebu Islam. — Fakir, miskin, orang berpergian,ibn sabil dinamakan,kemudian amil, orang yang banyak hutang, budak, tiyang ingkang berjuang,muallaf yang baru masuk Islam.

Zakat nglatih jiwo lan rogo, tumindak becik kanthi lélo, ngraosaken sarané liyan, ngudari sifat kamanungsan, supados angsal teteping iman. — Zakat melatih jiwa dan raga,menjalankan kebajikan dengan rela,merasakan penderitaan sesame,mengurai sifat kemanusiaan, supaya mendapat tetapnya iman.

PUASA

Posoning rogo énténg dilakoni, cegah dahar lan ngombé jroning ari, ananging pasaning jiwa, iku kang kudhu dén reksa, tumindak asih sepining cela.— Puasa badan mudah dilakukan,mencegah makam dan minum sepanjang hari,namun puasa jiwa,itu yang seharusnya dijaga,menebar kasih sayang menjauhi pencelaan.

Semanten ugi pasaning ati, tumindak alus sarengé budi, supados ngunduh wohing pakerti, pilu mahasing sepi, mayu hayuning bumi. — Demikian pula puasa hati, sikap lemah lembut sebagai cermin kehalusan budi, supaya mendapat kebaikan sesuai dengan apa yang dingini, tiada harapan yang diinginkan, kecuali hanya ketentraman dan keselamatan dalam kehidupan.

HAJI

Kaji dadi kasampurnan, rukun lima kinebatan, mungguhing danten tiyang Islam, zarohi tanah ingkang mulyo, menawi tirah anané bondo. — Haji menjadi kesempurnaan,rukum lima yang disebutkan, untuk semua orang Islam, mengunjungi tanah yang mulia, jika ada kelebihan harta.

Nanging ojo siro kliru, mahami opo kang dén tuju, amergo kaji sakdermo dalan, dudu tujuan luhuring badan, pak kaji dadi tembungan. — Tapi janganlah engkau keliru,memahami apa yang dituju,karena haji hanya sekadar jalan,bukan tujuan kemuliaan badan, jika pulang dipanggil Pak Haji.

Kaji ugi dadi latihan, pisahing siro ninggal kadonyan, bojo, anak lan keluarga, krabat karéb, sederek sedaya, kanca, musuh dho lélakna. — Haji juga untuk latihan, perpisahanmu meninggalkan keduniaan, istri, anak, dan keluarga,karib kerabat, semua saudara, teman dan musuh relakanlah.

@kwa,2016

Categories: REPORTASE PERJALANAN KWA KE MAKAM SYEKH JANGKUNG DI PATI JAWA TENGAH | 24 Komentar

PENGASIHAN KHAROMAH NABIYULLAH YUSUF AS


artikel kiriman
kadir embun jalilu
kadirembunjalilu@gmail.com

Ilmu langkah dan bila tidak terbukti silahkan hapus nama saya dari pertemanamu.
Ilmu ini bermahar, maharnya Al Fatihah 33 untuk saya dan bila anda telah berhasil silahkan juga maharkan minimal 1 jt,ckckck…. Dipakai untuk mandi boleh selamanya karena ilmu pengasihan mengalahkan ilmu kedikdayaan.
Ini bukan ilmu panggerung,pangabarang jadi tidak menghalangi datangnya rezki bahkan rezki anda juga akan bersinar.

CARANYA:
Sebelum mandi ketika memandang air,ucapkan salam ;
Assalamualaikum ya Nabiyullah Khidir as,
Assalamualaikum ya Nabiyullah Yusuf as,
Assalamualaikum ya Nafsi (sebut nama anda).
Al fatihah 1x.
Ambil air segayung,lalu bacalah ;
* { HA_MIM,13 x.
INNI...nama anda…,ROAETU AHADA ASYARA KAOBANG WASSYAMSAH WALKAMARA…nama target…,bila untuk umum cukup baca,dan semua orang yang memandanku…ROAETUHUMLII SAAJIDIN },3x #.
Tiup airnya lalu baca lagi,YAA BUDDUHUN 21x,tiup airnya lagi lalu siram bahu kanan.
Ambil lagi air segayung lalu bacakan ayat yang terdapat antara tanda * & # dengan cara yang sama,lalu bacakan lagi asma YAA ROHIM 11x,tiup lagi airnya lalu siram bahu kiri.
Ambil lagi air segayung lalu baca ayat yang terdapat dalam tanda * & # dengan cara yang sama,lalu baca asma ALLAH 7x,tiup lagi airnya lalu siram kepala.
Mandilah seperti biasa sambil zikirkan dalam hati kalimat ini sampai akhir mandi :
INNA RABBI LATIFUNLLIMA YASYAAAU,INNAHU HUWAL ALIIMUL HAKIIM.
Akhiri mandi,ambil air segayung lalu bacakan :
…sebut nama anda dalam hati…,MIN KABELU BILBAYYINATI,FALAMMA ROAENAHU...nama target…bila untuk khusus kalau untuk umum langsung sambung saja ayatnya,AKBARNAHU WAQOTHO’NA AEDIYAHUNNA,WAKULNA HAASYA LILLAHI MAA HAAZAA BASYARAN,INNA HAAZAAA ILLA MALAKUNG KARIIM,3x lalu tiup airnya dan siram kepala.
Ketika menyiram kepala baca dalam hati :
WALLAHU GALIBUNG ALAAA AMERIHII.

Lakukan minimal 7 hari untuk pengasihan khusus,maksimal 21 hari.

Untuk umum lalukan selamanya karena amalan ini juga dapat meningkatkan IQ.

@KWA,2016

Categories: PENGASIHAN KHAROMAH NABIYULLAH YUSUF AS | 13 Komentar

PEMBERIAN GELAR MASTER KWA ANGKATAN 54


SEBAGAI TANDA RASA PERSAUDARAAN YANG PENUH CINTA MAKA KAMPUS WONG ALUS MEMBERIKAN  GELAR  KEPADA PESERTA PROGRAM PELATIHAN MASTER KWA ANGKATAN LIV / 54 YANG DISELENGGARAKAN PADA 25 DAN 27 NOVEMBER 2016 BERTEMPAT DI MAKAM SYEKH JANGKUNG PATI, MAKAM KI AGENG SELO GROBOGAN DAN DI SIDOARJO DENGAN GELAR:

KI DIPATI JATMIKO (SURABAYA)

KI DIPATI HERU  (TERNATE)

SEMOGA PELATIHAN MASTER KWA INI BERMANFAAT UNTUK KITA SEMUA DALAM NAUNGAN RIDHO ALLAH SWT. AMIN.

HORMAT KAMI, SALAM PASEDULURAN.

wongalus

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

DOA PENYEMPURNA RIYADHOH ILMU DAN AMALAN AGAR ‘MANJING’/MERASUK KE BADAN


Doa ini biasa saya gunakan usai melakukan riyadhoh/tirakat agar ilmu apapun yang saya riyadhohi bermanfaat dan berkah. Saya yakin bahwa Allah pasti mendengar doa yang saya panjatkan dan saya yakin semua ilmu yang saya riyadhohi manjing/merasuk ke badan.

Baca  doa tersebut sambil jari telunjuk dimasukkan ke segelas air putih. Setelah selesai membaca maka saya tiup segelas air itu dan selanjutnya saya minum separuh dan separuhnya dibuat mandi.

berikut doanya:

Allohulladzii kholaqa sab’a samaawaatin waminaal ardhi mitslahunna yatanazzalul amru baynahunna lita’lamuu annallooha ‘alaa kulli syay-in q0diiruw wa annallooha qod ahatho bikulli syay-in ‘ilmaan.

Artinya adalah: Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.

Demikian ritual yang saya biasa lakukan, semoga bermanfaat. Terima kasih dan salam paseduluran.

@wongalus,2016

 

Categories: DOA PENYEMPURNA RIYADHOH ILMU DAN AMALAN AGAR 'MANJING'/MERASUK KE BADAN | 23 Komentar

RENUNGAN PAGI


Walillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi liyajziya alladziina asaauu bimaa ‘amiluu wayajziya alladziina ahsanuu bialhusnaa

Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (syurga).
Alladziina yajtanibuuna kabaa-ira al-itsmi waalfawaahisya illaa allamama inna rabbaka waasi’u almaghfirati huwa a’lamu bikum idz ansya-akum mina al-ardhi wa-idz antum ajinnatun fii buthuuni ummahaatikum falaa tuzakkuu anfusakum huwa a’lamu bimani ittaqaa

(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

QS An Najm 31-32

Categories: RENUNGAN PAGI | 2 Komentar

ISIM NARIYAH


artikel kiriman:
Bajang Lombok
muhrikaizi@gmail.com

Salam hormat buat sesepuh kampus wong alus dan juga kepada semua kelurga besar kwa dimana saja berada. Dengan ini ijinkan saya yang doif ini berbagi sedikit pengetahuan tentang  isim nariyah yang saya nukil dari kitab al ajnas  halaman 41. Isim nariyah ini tertulis dihatinya matahari , isim nariyah ini sangat ampuh untuk menghancurkan jin yang jahat, mengganggu, jangan dibaca didekat orang yang mempunyai khodam karena akan menyiksanya ( khodamnya ) isim naryah ini berpungsi insya alloh  untuk perlindungan dari segala macam kejahatan, kebal segala jenis senjata  ,melindungi rumah dari pencurian,untuk mahabbah,menghancurkan santet,mengobati kesurupan dan lain- lain sesuai niat .

Cara mengamalkannya cukup dibaca 100 kali selama ,7 malam sehabis shalat hajat,setelah selesai yang 7 malam tingal diamalkan baca 1/3 kali sehabis sholat ,5 waktu , sewaktu mengamalkannya jangan memakan makanan dan minuman yang haram baik itu zatnya maupun cara mendapatkannya dan jangan memakan atau meminum yang keluar dari makhluk yang beryawa misalnya daging,ikan,susu,telur,madu.  untuk tawassulnya,1).nabi muhammad saw beserta semua keluarganya 2).kedua ibu dan bapak 3).semua kaum muslimin dan muslimat ,mukminin dan mukminat 4).diri sendiri .

Jangan heran nanti waktu sedang mengamalkan karena napas yang keluar dari mulut atau hidung terasa panas, sekujur tubuh juga terasa panas, itu menandakan energi isim nariayahnya  sedang meyelaraskan diri dengan tubuh,Bila energi isim nariyahnya sudah menyatu, insya alloh waktu mengamalkan tubuh akan terasa dingin, sejuk, napas yang keluar dari hidung atau mulut akan terasa sejuk.
Pesan saya, bila sudah mengamalkan isim nariyah ini jangan sombong/takabur. ringan tangan untuk membantu sesama, bila ada orang  minta tolong pengobatan jangan patok tarip/bayaran, bila dikasih terima dan bila tidak dikasih jangan minta, ikhlas saja.
Untuk lebih mantap dalam menguasai isim nariyah ini sering –  seringlah bangun sholat tahajjud  dan urutan tata cara mengamalkan:
1 ).sholat hajat / tahajjud
2 ).baca tawassul seperti di atas,lalu membaca sholawat atas nabi dan keluarganya(allo humma sholli ala muhammad wa ali muhammad ) baca 11 kali , lalu membaca ( allo humma inni as aluka bihaqqi muhammadin  wa ali muhammad ) baca 3 kali, lalu berdo,a kepada alloh swt. Supaya isim nariyah yang akan diamalkan ini menyatu dengan tubuh kita dan supaya kita mendapatkan keberkahannya.
3 ). Setelah itu barulah mulai  mengamalkan isim naryahnya.
Semoga ini semua dihitung sebagai ladang amal sholeh  khususnya  bagi saya dan keluarga saya dan bagi kita semua, silahkan di amalkan untuk kebaikan. Inilah dia isim nariyahnya.

== AD UUKUM YA MAKSYAROL ARWAHUTTOHIROTIL MUTHI ATILLAHIROBBIL ALAMIN, BIL ASMAA ILLATI KHOLAQOKUMULLOHUBIHA WAHIAL MAKTU BATU ALA PALAKISSYAMSI BISYAHSYAHIN HAILIN THOSIKIN THOSYI ILIN BIWAHIN YA SHOIMAWIYYIN YA WAIUDIN BAHYALYUHIN ARKAYAZHIN BAHYABUHIN HAIBUHIN NURIN NURIN HAISABUHIN KASYROYAWABIN SYALHUBIN YAKNASYAQUMIN YAKLASYAQUMIN BAKLASYAQUMIN ALSYAQUMIN  SYAUSHOLIN HAIBARSYIN YAD UBIN  TABAROKA NURONNUR  MUDABBIROL UMUR  QOSYIMAL JABAABIROTI  HAIKHIN  AJIBUNI YA MAKSYARONNARIYATI BIHAQQI  MASABAHTABIHIL MALAIKATU PILAKISSYAMSI ==

@kwa,2016

Categories: ISIM NARIYAH | 28 Komentar

ASMAK TAZALZALAT – IJASAHAN


Bismillahirrohmanirrohim, di pagi yang penuh berkah ini saya ijasahkan  Asmak Tazalzalat dengan hak dan sempurna atas ijin Allah SWT.

Tawassul/kirim Al Fatihah sebagaimana biasa. Mulai Nabi Muhammad SAW, dst.
Akan lebih elok bila Anda juga kirim pengijasah.

Doanya:

Bihaamiim Ainin Tsumma Siinin Waqoofihaa Himayatunaa Minhal Hibaalu Tazalzalat. 

313 x

Amalkan selama 7 hari. Jam, waktu dan  tempat pengamalan bebas.

Asmak ini fadhilahnya sangat besar. Orang yg tujuan jahat/jelek akan merasakan gempa bumi dan tiba-tiba dia merasakan ketakutan bila mendekati kita. Bahkan ada pula yang langsung jatuh tersungkur /lumpuh sebelum orang jahat melakukan aksinya Jadi bersifat pageran/pemagaran/perlindungan diri dari gendam hipnotis, teluh, tenung, santet, perampokan, penjambretan, dan lain-lain.

Usai mengamalkan, bila ingin ada perlindungan cukup dibaca 1 x tahan napas. Namun tidak dibaca pun tidak apa-apa. Insya alloh kita sudah terlindungi atas ijin Allah orang yang berniat buruk.

Ijasah selesai sempurna.

@kwa,2016

Categories: ASMAK TAZALZALAT - IJASAHAN | 101 Komentar

REPORTASE KUNJUNGAN KE MAKAM EYANG DJOJODIGDO, PATIH BLITAR, PEMILIK AJIAN PANCASONA


Beberapa hari yang lalu, saya ditemami para alumni Master KWA berkunjung ke Pesanggrahan Djojodigdan di Blitar yang di dalamnya terdapat makam Raden Ngabehi Bawadiman Djojodigdo, Patih Blitar masa kolonial 1877-1895. Beliau ini adalah pemilik ajian Pancasona sehingga makamnya harus digantung di atas tanah agar bisa wafat. Kebalikannya, beliau akan hidup kembali bila jasadnya menyentuh tanah.

img-20161104-wa0047Pesanggrahan yang terletak di Jl. Melati No 43 itu sudah sepi meski jarum jam baru menunjuk ke angka 9 malam. Satu dua mobil melintas di jalan depan pagarnya. Pintu pagar pesanggaran terkunci rapat. Saya mengetuk pintu pagar tiga kali, tidak ada tanda-tanda penunggunya keluar.

Seseorang penjual makanan di depan pesanggaran kita datangi untuk kita mintai tolong mengantarkan ke penunggu pesanggrahan (juru kunci). Sejurus kemudian, dia datang dari kegelapan bersama juru kunci; suami isteri yang sudah berusia 60 an.

20161104_224637Sehari-hari, pagar pesanggaran jarang terbuka lebar, Hanya terbuka sebagian untuk keluar masuk tamu yang datang. Di tengah pekarangan yang luas, terdapat satu rumah induk berarsitektur rumah jawa lama. Di dalamnya masih lengkap perabot meja kursi, foto-foto dan sebagainya. Masuk ke rumah itu, kita akan terasa kembali ke masa silam ketika Indonesia berada di era Hindia Belanda.

Pesanggrahan itu dulunya adalah Dalem Kepatihan atau rumah tempat tinggal Patih (Sekarang Wakil Bupati red.) Bangunan rumah itu hingga kini masih kokoh padahal didirikan pada tahun 1892 alias sudah berusia 124 tahun. Pengunjung dapat memasuki bagian dalam dari dalem kepatihan melalui pintu belakang, dengan didampingi oleh juru pelihara.

Di gedung ini, tersimpan berbagai perabot rumah tangga dari keluarga Patih Blitar, Djojodigdo seperti meja kursi, payung pusaka, ranjang, gentong penyimpan beras, genealogi, dan koleksi foto keluarga Eyang Djojodigdo.

kwa4Di antara foto-foto tersebut terdapat foto salah satu tokoh nasional R. A. Kartini. Djojodigdo merupakan mertua dari R. A. Kartini. Salah satu putera beliau yang bernama KRMAA. Singgih Djojo Adhiningrat menjadi Bupati Rembang. Beliau adalah suami dari R. A. Kartini, pahlawan nasional RI.

Puas berada di dalam gedung, kami lanjutkan dengan berjalan ke belakang untuk berziarah ke makam Djojodigdo, yang terletak di pojok belakang pekarangan pesanggahan. Di Blitar, makam ini dikenal dengan nama “makam gantung”

kwa3Makam Djojodigdo berada di antara makam-makam keluarga besarnya. Namun, bentuk makam beliau paling mencolok yaitu di atas pusara terletak sebuah cungkup berbentuk unik. Keberadaan cungkup inilah yang mungkin membuat makam ini disebut sebagai Makam Gantung.

Menurut penuturan penjaga, disebut makam gantung karena jasad Djojodigdo diletakkan dalam peti besi yang disangga dengan empat tiang sebelum diurug dengan tanah. Sedangkan pada bagian dalam cungkup atas makam itulah tersimpan busana kebesaran, pusaka-pusaka, dan ilmu Pancasona milik Djojodigdo.

Siapakan Eyang Djojodigdo?

djoRaden Ngabehi Bawadiman Djojodigdo lahir di Yogyakarta pada 29 Juli 1827, dengan gelar kebangsawanan R. Ng. (Raden Ngabehi). Pada usia 12 tahun beliau meninggalkan Yogyakarta menyusul paman beliau yang menjabat sebagai Bupati Ngrowo bernama RMT. Notowidjojo III.

Djojodigdo diangkat oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai Patih Blitar pada 8 September 1877 mendampingi Bupati Blitar, Raden Adipati Warso Koesoemo. Selama melaksanakan tugas, beliau dinyatakan cakap dan profesonal, sehingga memperoleh dua lencana GM dan ZM dari pemerintah Hindia Belanda. Pada 11 Maret 1909 beliau tutup usia dan dimakamkan pada area pemakaman keluarga di belakang dalem kepatihan.

kwa5Djojodigdo adalah masih keturunan dari Ki Ageng Panjawi. Kalo dirunut lagi ke atas maka beliau masih keturunan Raja Majapahit yang terakhir yakni Brawijaya V (Bhre Kertabhumi).

Ki Ageng Panjawi adalah tiga pendiri Mataram: Ki Ageng Pemanahan, Ki Ageng Panjawi dan Ki Juru Martani dibantu Panembahan Senapati atau Sutawijaya dapat membunuh Ario Penangsang Bupati Jipang Panolan, Ki Panjawi mendapatkan tanah di Pati. Dan Djojodigdo adalah putra dari Raden Tumenggung Kartadiwirja (Adipati Gentan Kulon Progo).

Ng. Kartadiwirja adalah seorang pengikuti pasukan Pangeran Diponegoro sehingga setelah Diponegoro tertangkap, beliau meletakkan jabatannya sebagai Bupati Gentan Kulon Progo yang akhirnya digantikan oleh kakaknya Raden Rangga Bahu Pangarsa.

Kartadiwirja berpangkat Liutenant Der Infanteri van Het Oost Indische Leger (Letnan Infantri Angkatan Darat Hindia Timur) didapat dari Belanda. Konon berdasar cerita dari turun-temurun beliau ikut meletakkan senjata, ketika panglima perang Diponegoro, Sentot dapat dibujuk Belanda untuk menyerah. Sentot menyerah berturut-turut dengan Kyai Maja dan Pangeran Mangkubumi tahun 1829.

img-20161104-wa0064Tahun 1831/1832 bersama Sentot Prawirodirjo dan Kartadiwirja dikirim ke Bonjol Sumatera Barat untuk membantu Belanda memadamkan perang Padri. Tetapi di beberapa dokumen-dokumen resmi Belanda membuktikan kesalahan Sentot yang telah melakukan persekongkolan dengan Kaum Padri sehingga kemudian Sentot dan legiunnya dikembalikan ke Pulau Jawa.

Di Jawa, Sentot juga tidak berhasil menghilangkan kecurigaan Belanda terhadap dirinya, dan Belanda pun juga tidak ingin ia tetap berada di Jawa dan mengirimnya kembali ke Sumatera. Namun di tengah perjalanan, Sentot diturunkan dan ditahan di Bengkulu, lalu ditinggal sampai meninggal sebagai orang buangan. Sedangkan pasukannya dibubarkan kemudian direkrut kembali menjadi tentara Belanda. Kemungkinan R. Ng. Kartadiwirja tidak ikut kembali ke Sumatera saat itu. Kartadiwirja saat meninggal dimakamkan di makam Potrobangsan Magelang.

 Sejak Kecil Suka Tirakat

img-20161104-wa0068Sejak anak-anak, Djojodigdo sudah ditinggal wafat ayahnya dan usia 12 tahun, Djojodigdo sudah merantau ke Jawa Timur, beliau meninggalkan Yogyakarta menyusul paman beliau yang menjabat sebagai Bupati Ngrowo bernama RMT. Notowidjojo III.

Kontribusi Djojodigdo terhadap masyarakat Blitar erat kaitannya dengan perannya sebagai Patih Blitar — priyayi Jawa pada masa pemerintahan Hindia-Belanda. Sebagai Patih pada tahun 1877—1895, dia berkontribusi besar dalam mendampingi Adipati Blitar Warso Koesoemo mengelola puncak pemerintahan dan pembangunan Regentschap Blitar hingga membentuk kawasan Gemeente/Kota Blitar.

Kontribusi Djojodigdo terhadap masyarakat Regentschap Blitar (1877—1895) dapat dibuktikan dengan berbagai hasil peninggalan fisik dan infrastruktur di kawasan Kota Blitar.

Ajaran Filsafat

img-20161104-wa0059Djojodigdo memiliki ajaran priyayi Jawa yang disebut T- Pitu  untuk orang Jawa yaitu Toto (tahu aturan), Titi (teliti), Tatag (bertanggungjawab), Titis (tepat analisanya), Temen (jujur), Taberi (rajin), dan Telaten (sabar).

Ajaran itu ternyata bisa ditelusuri dari masa mudanya. Syahdan, sejak muda, Djojodigdo suka tirakat dan berguru ke orang yang punya ilmu. Salah satu gurunya adalah Eyang Djugo, (yang dimakamkan di gunung Kawi, Malang) yang memberinya ilmu berupa ajian Pancasona. Ajian Pancasona adalah ajian yang sering digunakan oleh orang zaman dahulu untuk memperkuat diri dan pertahanannya ketika berperang untuk melawan penjajah.

Dengan ajian pancasona, seseorang akan bisa terus hidup meski dibunuh dengan cara apapun. Dia hanya akan mati jika tubuhnya dipisah menyebrang sungai dan digantung agar tidak menyentuh tanah. Jika jasadnya menyentuh tanah, bagian-bagian tubuh tersebut dapat kembali bersatu, dan bisa hidup lagi.

kwa7Djojodigdo tidak bisa dikalahkan ketika berperang tanding. Tubuhnya yang terluka saat duel bisa dengan sekejap kembali pulih, tubuhnya yang terputus bisa kembali menyatu, bahkan saat ia mati, ia bisa hidup kembali.

Tentara-tentara Belanda sering kewalahan jika berperang secara fisik dengan jawara-jawara tanah air. Bukan hanya kulit mereka yang tak tembus peluru, tulang mereka juga sekeras baja.

Syahdan ketika Eyang Djojodigdo sudah merasa mempunyai ilmu cukup, beliau membentuk laskar kecil rakyat untuk melakukan perlawanan kepada Pasukan Belanda. Beberapa kali tertangkap dan ditembak tapi dia selamat. Maka untuk mengalahkan sang pemilik pancasona ini, ditempuhlah cara yang lebih cerdas.

Melalui Adipati, dibujuklah Djojodigdo untuk datang ke pendopo hingga dua kali dan ditawari posisi sebagai Patih, akhirnya Djojodigdo bersedia menerima tawaran Adipati Blitar yang merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah Hindia Belanda.

Sebagai seorang keturunan darah biru dan pernah tinggal di keraton serta pernah ikut pamannya yakni RMT. Notowidjojo di Ngrowo, ketika diangkat menjadi patih di Kadipaten Blitar, Djojodigdo sudah tak asing lagi dengan pemerintahan. Maka sang patih pun mampu mengambil kebijakan yang sangat cakap. Hal inilah yang membuat salut sang Adipati Blitar. Karena kecakapan ini, kemudian sang Adipati memberinya sebidang tanah yang luas untuk gedung kepatihan di Jalan Melati nomor 43 Kota Blitar.

Sebagai manusia biasa, di usianya yang sudah sepuh Djojodigdo wafat pada tahun 1909. Yang menarik adalah kisah ketika menjelang wafat. Konon, tiga kali dikubur dan tiga kali itu pula mayatnya bangun lagi karena efek Ajian Pancasona.

Akhirnya didatangkanlah sang guru, Eyang Djugo dan keluarga disarankan agar membuat makam dengan cara digantung dan tidak menyentuh tanah. Jasadnya dimasukan ke dalam peti besi yang kuat beserta pusaka dan pakaiannya. Peti kemudian disangga dengan empat penyangga yang juga terbuat dari besi sebagaimana yang ada saat ini.

kwaMakam Eyang Djojodigdo menjadi saksi atas kisah perjuangan dan kepahlawanan bangsa kita merebut kebebasan yang sangat mahal harganya dan juga menjadi saksi atas kedahsyatan Ilmu Pancasona, salah satu ilmu di antara samudra ilmu Allah yang disebarkan kepada siapa saja yang dikehendaki-NYA.

@Kwa,2016

Categories: PATIH BLITAR PEMILIK AJIAN PANCASONA | 4 Komentar

ILMU SEJATI DALAM “SERAT WEDHATAMA” KARYA KGPAA MANGKUNEGARA IV


Bait-bait yang ada dalam Serat Wedhatama ini, merupakan inti dari ajaran Panembahan Senopati, Pendiri Kesultanan Mataram tentang Ilmu yang sejati. Ilmu kasepuhan yang membimbing seseorang meraih tujuan hidup.

 

NULADA LAKU UTAMA

TUMRAPE WONG TANAH JAWI,

WONG AGUNG ING NGEKSIGANDA,

PANEMBAHAN SENOPATI,

KEPATI AMARSUDI,

SUDANE HAWA LAN NEPSU,

PINEPSU TAPA BRATA,

TANAPI ING SIYANG RATRI,

AMAMANGUN KARYENAK TYASING SESAMA.

Mencontoh perilaku utama,

bagi kalangan orang Jawa (Nusantara),

orang besar dari Ngeksiganda (Mataram),

Panembahan Senopati,

yang tekun, mengurangi hawa nafsu, dengan jalan prihatin (bertapa),

serta siang malam

selalu berkarya membuat hati tenteram bagi sesama (kasih sayang)

 

SABEN MENDRA SAKING WISMA,

LELANA LALADING SEPI,

NGINGSEP SEPUHING SUPANA,

MRIH PANA PRANAWENG KAPTI,

TIS TISING TYAS MARSUDI,

MARDAWANING BUDYA TULUS,

MESU REH KASUDARMAN,

NENG TEPINING JALANIDHI,

SRUNING BRATA KATAMAN WAHYU DYATMIKA

Setiap mengembara meninggalkan rumah (istana),

berkelana ke tempat yang sunyi (dari hawa nafsu),

menghirup  tingginya ilmu,

agar jelas apa yang menjadi tujuan (hidup) sejati.

Hati bertekad selalu berusaha dengan tekun,

memperdayakan akal budi

menghayati cinta kasih,

ditepinya samudra.

Kuatnya bertapa diterimalah wahyu dyatmika (hidup yang sejati).

 

SAMANGSANE PASAMUAN, MAMANGUN MARTA MARTANI,

SINAMBI ING SABEN MANGSA,

KALA KALANING ASEPI,

LELANA TEKI-TEKI,

NGGAYUH GEYONGANING KAYUN,

KAYUNGYUN ENINGING TYAS,

SANITYASA PINRIHATIN,

PUGUH PANGGAH CEGAH DHAHAR LAWAN NENDRA.

Dalam setiap pergaulan,

membangun sikap tahu diri.

Setiap ada kesempatan,

Di saat waktu longgar,

mengembara untuk bertapa,

menggapai cita-cita hati,

hanyut dalam keheningan kalbu.

Senantiasa menjaga hati untuk prihatin (menahan hawa nafsu),

dengan tekad kuat, membatasi  makan dan tidur.

 

WIKAN WENGKONING SAMODRA,

KEDERAN WUS DEN IDERI,

KINEMAT KAMOT HING DRIYA,

RINEGAN SEGEGEM DADI,

DUMADYA ANGRATONI,

NENGGIH KANGJENG RATU KIDUL,

NDEDEL NGGAYUH NGGEGANA,

UMARA MARAK MARIPIH,

SOR PRABAWA LAN WONG AGUNG NGEKSIGANDA

Memahami kekuasaan di dalam samodra seluruhnya sudah dijelajahi,

“kesaktian” melimputi indera

Ibaratnya cukup satu genggaman saja sudah jadi, berhasil berkuasa,

Kangjeng Ratu Kidul,

Naik menggapai awang-awang,

(kemudian) datang menghadap dengan penuh hormat,

Kepada Wong Agung Ngeksigondo

 

DAHAT DENIRA AMINTA,

SINUPEKET PANGKAT KANTHI,

JRONING ALAM PALIMUNAN, ING PASABAN SABEN SEPI,

SUMANGGEM ANYANGGEMI,

ING KARSA KANG WUS TINAMTU,

PAMRIHE MUNG AMINTA,

SUPANGATE TEKI-TEKI,

NORA KETANG TEKEN JANGGUT SUKU JAJA.

Memohon dengan sangat lah beliau,

agar diakui sebagai sahabat setia, di dalam alam gaib,

tempatnya berkelana setiap sepi.

Bersedialah menyanggupi,

kehendak yang sudah digariskan.

Harapannya hanyalah meminta

restu dalam bertapa,

Meski dengan susah payah.

 

PRAJANJINE ABIPRAYA,

SATURUN-TURUNING WURI,

MANGKONO TRAHING NGAWIRYA,

YEN AMASAH MESU BUDI,

DUMADYA GLIS DUMUGI,

IYA ING SAKARSANIPUN,

WONG AGUNG NGEKSIGANDA,

NUGRAHANE PRAPTENG MANGKIN,

TRAH TUMERAH DHARAHE PADHA WIBAWA.

Perjanjian sangat mulia,

untuk seluruh keturunannya di kelak kemudian hari.

Begitulah seluruh keturunan orang luhur,

bila mau mengasah akal budi

akan cepat berhasil,

apa yang diharapkan orang besar Mataram, anugerahnya hingga kelak dapat mengalir di seluruh darah keturunannya, dapat memiliki wibawa

 

AMBAWANI TANAH JAWA,

KANG PADHA JUMENENG AJI,

SATRIYA DIBYA SUMBAGA,

TAN LYAN TRAHING SENOPATI,

PAN IKU PANTES UGI,

TINELAD LABETIPUN,

ING SAKUWASANIRA,

ENAKE LAN JAMAN MANGKIN,

SAYEKTINE TAN BISA NGEPLEKI KUNA.

Menguasai tanah Jawa (Nusantara),

yang menjadi raja (pemimpin),

satria sakti tertermasyhur,

tak lain keturunan Senopati,

hal ini pantas pula sebagai tauladan budi  pekertinya,

Sebisamu, terapkan di zaman nanti,

Walaupun tidak bisa

persis sama seperti di masa silam.

 

LOWUNG KALAMUN TINIMBANG,

NGAURIP TANPA PRIHATIN,

NANGING TA ING JAMAN MANGKYA,

PRA MUDHA KANG DEN KAREMI,

MANULAD NELAD NABI,

NAYAKENGRAT GUSTI RASUL,

ANGGUNG GINAWE UMBAG,

SABEN SEBA MAMPIR MASJID,

NGAJAB-AJAB TIBANING MUKJIJAT DRAJAT

Mending bila dibanding orang hidup tanpa prihatin,

namun di masa yang akan datang (masa kini),

yang digemari anak muda,

meniru-niru nabi, rasul utusan Tuhan,

yang hanya dipakai untuk menyombongkan diri,

setiap akan bekerja singgah dulu di masjid,

Mengharap mukjizat agar mendapat derajat (naik pangkat).

 

ANGGUNG ANGGUBEL SARENGAT,

SARINGANE TAN DEN WRUHI,

DALIL DALANING IJEMAK,

KIYASE NORA MIKANI,

KETUNGKUL MUNGKUL SAMI,

BENGKRAKAN MRING MASJID AGUNG,

KALAMUN MACA KUTBAH,

LELAGONE DANDANGGENDIS,

SWARA ARUM NGUMANDHANG CENGKOK PALARAN

Hanya memahami sariat (kulitnya) saja, sedangkan hakekatnya tidak dikuasai,

Pengetahuan untuk memahami makna dan suri tauladan tidaklah mumpuni

Mereka lupa diri, (tidak sadar)

bersikap berlebih-lebihan di masjid besar,

Bila membaca khotbah

berirama gaya dandanggula (menghanyutkan hati),

suara merdu bergema gaya palaran (lantang  bertubi-tubi).

 

KANG WUS WASPADHA ING PATRAP,

MANGANYUT AYAT WINASIS,

WASANA WOSING JIWANGGA,

MELOK TANPA ALING-ALING,

KANG NGALINGI KALINGLING,

WENGANING RASA TUMLAWUNG,

KEKSI SALIRING JAMAN,

ANGELANGUT TANPA TEPI,

YEKU INGARAN TAPA TAPAKING HYANG SUKSMA.

Yang sudah paham tata caranya,

Menghayati ajaran utama,

Jika berhasil merasuk ke dalam jiwa,

akan melihat tanpa penghalang,

Yang menghalangi tersingkir,

Terbukalah rasa sayup menggema.

Tampaklah seluruh cakrawala,

Sepi tiada bertepi,

Yakni disebut  tapa tapaking Hyang Sukma.

MANGKONO JANMA UTAMA,

TUMAN TUMANEM ING SEPI,

ING SABEN RIKALA MANGSA,

MASAH AMEMASUH BUDI,

LAIRE ANETEPI,

ING REH KASATRIYANIPUN,

SUSILO ANOR RAGA,

WIGNYA MET TYASING SESAMI,

YEKU ARAN WONG BAREK BERAGAMA.

Demikianlah manusia utama,

Gemar terbenam dalam sepi (meredam nafsu),

Di saat-saat tertentu,

Mempertajam dan membersihkan budi,

Bermaksud memenuhi tugasnya sebagai satria,

berbuat susila rendah hati,

pandai menyejukkan hati pada sesama,

itulah sebenarnya yang disebut menghayati agama.

 

NGELMU IKU

KALAKONE KANTHI LAKU

LEKASE LAWAN KAS

TEGESE KAS NYANTOSANI

SETYA BUDAYA PANGEKESE DUR ANGKARA

Ilmu (hakekat) itu

diraih dengan cara menghayati dalam setiap perbuatan,

dimulai dengan kemauan.

Artinya, kemauan membangun kesejahteraan terhadap sesama,

Teguh membudi daya

Menaklukkan semua angkara

 

ANGKARA GUNG

NENG ANGGA ANGGUNG GUMULUNG

GEGOLONGANIRA

TRILOKA LEKERI KONGSI

YEN DEN UMBAR AMBABAR DADI RUBEDA.

Nafsu angkara yang besar

ada di dalam diri, kuat menggumpal,

menjangkau hingga tiga zaman,

jika dibiarkan berkembang akan

berubah menjadi gangguan.

 

BEDA LAMUN KANG WUS SENGSEM

REH NGASAMUN

SEMUNE NGAKSAMA

SASAMANE BANGSA SISIP

SARWA SAREH SAKING MARDI MARTATAMA

Berbeda dengan yang sudah menyukai dan menjiwai,

Watak dan perilaku memaafkan

pada sesama

selalu sabar berusaha

menyejukkan suasana,

 

ROSING RASA KANG RINURUH

LUMEKETING ANGGA

ANGGERE PADHA MARSUDI

KANA KENE KAANANE NORA BEDA

hakekat ilmu yang dicari,

sebenarnya ada di dalam diri.

Asal mau berusaha

sana sini (ilmunya) tidak berbeda,

NGELMU MUPAKATE LAN PANEMUNE

PASAHE LAN TAPA

YEN SATRIYA TANAH JAWI

KUNA KUNA KANG GINILUT TRIPAKARA

Yang namanya ilmu, dapat berjalan bila sesuai dengan cara pandang kita.

Dapat dicapai dengan usaha yang gigih.

Bagi satria tanah Jawa,

dahulu yang menjadi pegangan adalah tiga perkara yakni;

 

LILA LAMUN KELANGAN NORA GEGETUN

TRIMA YEN KETAMAN

SAKSERIK SAMENG DUMADI

TRI LEGAWA NALANGSA SRAH ING BATHARA

Ikhlas bila kehilangan tanpa menyesal,

Sabar jika hati disakiti sesama,

Ketiga ; lapang dada sambil

berserah diri pada Tuhan.

 

BATHARA GUNG

INGUGER GRANING JAJANTUNG

JENEK HYANG WISESA

SANA PASENEDAN SUCI

NORA KAYA SI MUDHA MUDHAR ANGKARA

Tuhan Maha Agung

diletakkan dalam setiap hela nafas

Menyatu dengan Yang Mahakuasa

Teguh mensucikan diri

Tidak seperti yang muda,

mengumbar nafsu angkara.

@KWA,2016

 

Categories: ILMU SEJATI DALAM “SERAT WEDHATAMA” KARYA KGPAA MANGKUNEGARA IV | 2 Komentar

REPORTASE PELATIHAN MASTER KWA: Ilmu sejati dan ilmu karang


Undangan melalui  pesan layanan ‘whatssap’ untuk melatih dua sedulur pembaca blog KWA dalam program Master KWA ke Turkey Eropa awalnya membuat saya kebingungan.

img-20161029-wa0023Betapa tidak? Saya tidak menguasai bahasa Turkey dan Perancis, kewarganegaraan asli para master KWA ini. Otomatis kita berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dan itu pun hanya sepotong-sepotong.

Saat itu saya membayangkan kesulitan apa yang sekiranya saya hadapi untuk melatih sedulur yang tidak memahami bahasa Indonesia. Yang paling utama adalah ketika kita mengajak peserta untuk masuk ke alam goib saat proses pengajaran raga sukma.

Tentu saja saya harus memberikan instruksi  dan arahan menggunakan kalimat-kalimat sugestif sehingga mereka bisa masuk ke alam raga sukma – out of body experience. Nah, kalau peserta tidak memahami bahasa yang saya sampaikan tentu saja merupakan kendala yang sangat berat.

Saya hanya bilang, tunggu waktu yang tepat. Tanpa memiliki alasan yang cukup untuk menolak undangan  mereka, saya hanya bisa mengulur-ulur waktu saat itu. Beruntung, mereka akhirnya memutuskan yang datang ke Indonesia. Alhamdulillah.

Atas ijin dari Allah SWT akhirnya dua tamu agung ini hadir di Sidoarjo pada 28 Oktober 2016. Kesulitan berkomunikasi akhirnya teratasi dengan hadirnya Mas Gusti, yang menjadi penerjemah Indonesia – Turki.

Perjumpaan pertama di PPLH Seloliman itu berlangsung hangat dan akrab. Saya memperkenalkan diri  sendiri dan tim ajudan yang akan membantu proses pelatihan. Tujuan pelatihan master kwa dan proses pelatihan saya jelaskan secara detail dan terperinci kepada mereka. Mereka berdua mengangguk-angguk tanda memahami penjelasan saya.

Sesekali penjelasan saya dipotong, dengan pertanyaan yang kritis. Rasa keingintahuan dua master ini begitu besar. Sehingga saya harus sabar untuk menjelaskan mulai dari awal. Tanya jawab dan diskusi memang proses yang mencerdaskan dan pelatihan Master KWA memang diformat dalam bentuk yang lebih cair dan tidak kaku, sehingga apapun bisa dipertanyakan. Misal pertanyaan sederhana apakah goib itu bisa dilihat oleh mata  sampai  hal-hal yang sulit, misalnya tentang ketuhanan.

Pengijasahan ilmu-ilmu kita berikan secara bertahap kepada master kwa baru ini. Dimulai dengan proses pembersihan diri. Ini adalah syarat wajib seseorang mendapatkan ijasahan dalam program master. Ibarat sebuah piring, syarat wajib piring untuk dipakai sebagai wadah makan adalah piring itu harus dicuci bersih. Setelah piring bersih dan steril, maka baru dipilih kita akan memakan jenis makanan apa.

Tahap selanjutnya setelah pembersihan diri adalah olah energi. Tubuh, pikiran dan hati adalah satu kesatuan. Kesatuan yang unik dan menyatu. Ketika tubuh, pikiran dan hati telah memiliki keselarasan dan harmoni, maka kita bisa khusyuk dan fokus untuk menerima ilmu hikmah.

img-20161031-wa0023Tahap inti dari pelatihan master kwa adalah pengijasahan ilmu-ilmu dasar sampai ilmu-ilmu khusus dan ilmu yang digolongkan menjadi ilmu tingkat tinggi. Selain pemberian ilmu, juga dilatih untuk menggunakan berbagai ilmu tersebut untuk kemanfaatan kehidupan sehari-hari. Misalnya:
Bagaimana menererawang sesuatu yang tidak terlihat secara kasat mata? Masa lalu dan masa depan? Nasib kita sekarang?
Bagaimana menerapkan ilmu rezeki agar rezeki mengalir secara alami? Tempat usaha yang sepi menjadi ramai oleh pembeli?
Bagaimana menarik penyakit yang ada di dalam tubuh seseorang baik penyakit medis maupun non medis? Bagaimana memberikan terapi hipnosis kepada orang yang ketakutan karena penyakit mental?
Bagaimana membuat pemagaran goib di diri sendiri, keluarga dan rumah masing-masing?
Bagaimana agar kita memiliki proteksi diri terhadap santet dan tenung?
Bagaimana agar derajat kita naik, dari zero menjadi hero?
Bagaimana menyadarkan orang kena sawan, kesurupan dan kena santet?
Dan masih banyak lagi ilmu yang lain yang manfaatnya sangat besar.

Tahap terakhir setelah ijasahan adalah semua ilmu itu diriyadhohi di diistighosah serta disempurnakan dalam satu kesatuan tujuan. Itulah yang membuat program master kwa ini tidak bisa dilakukan secara cepat (misalnya satu atau dua jam saja). Tapi perlu waktu setidaknya 24 jam nonstop karena ada tahapan-tahapan dan proses yang perlu dilalui oleh peserta secara bertahap, berurutan dan tidak bisa di bolak-balik.

Semua ilmu itu nantinya bisa diajarkan kepada orang lain, sebab master adalah guru dan guru berhak memberikan ijasahan kepada para muridnya. Dan masih banyak lagi hal-hal yang insya alloh bermanfaat buat kehidupan kita sehari-hari. Bersyukur bila master kwa baru asal Turkey ini berniat untuk membuka KWA di Turkey, Eropa dan berniat akan merekrut para murid untuk diajari berbagai ilmu goib.

Selain pemberian materi yang telah diprogramkan, ada kegiatan tambahan lain yang penting. Misalnya konsultasi permasalahan hidup pribadi beserta solusi pemecahan masalahnya seperti apa.  Saya tidak pernah menolak ketika orang lain meminta bantuan kepada saya. Alhamdulillah, sepanjang saya bisa melakukannya, maka akan saya lakukan sesuai dengan kemampuan. Dan memberi bantuan kepada siapa saja adalah rejeki bagi saya.

Prinsip yang saya pegang adalah: Rejeki Allah yang diberikan kepada kita semua itu bentuknya bereneka rupa. Materi dan uang itu hanyalah salah satu bentuk rejeki. Rejeki  lain berbentuk kesehatan keselamatan dan semua yang kita dapatkan hari ini adalah rejeki.

Saya perluas arti rejeki. Tidak hanya hal-hal yang menyenangkan dan enak yang disebut rejeki. Hal-hal yang membuat kita semakin pintar, cerdas dan mendewasakan kita juga termasuk rejeki. Masalah-masalah, kesulitan-kesulitan, penderitaan-penderitaan, hal-hal yang menjengkelkan hati juga termasuk rejeki.

Kenapa?

img-20161031-wa0022Sebab dari kesulitan dan penderitaan adalah pembelajaran dan pelatihan hidup yang justeru terkadang membuat diri kita sadar dan dewasa. Membuat kita wajib dan harus mempercayai adanya Dzat Yang Maha Kuasa, untuk meminta pertolongan dan bantuan. Membuat kita menyadari kelemahan diri. Membuat kita tidak sombong congkak dan angkuh. Membuat kita akhirnya harus bertaqorrub kepada Allah SWT.

Coba ketika kita ketakutan dan menderita duduk di pesawat terbang. Kita takut dan khawatir jangan-jangan nanti pesawatnya jatuh. Tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali hanya pasrah dan berdoa kepada Allah SWT. Maka, penderitaan itu hakekatnya sesuatu yang positif bagi diri kita yaitu ingat kepada Tuhan Yang Maha Melindungi.

Pendek kata, memaknai arti rejeki secara luas akan memberikan kita keluasan, kedalaman dan keberkahan. Meneladani Rasulullah SAW dan semua nabi, kita ini harusnya malu. Betapa kita ini tidak menyadari bahwa kesulitan dan penderitaan itu adalah rejeki yang tiada bernilai harganya.

img-20161030-wa0003Pada diri Rasulullah SAW, kesulitan dan penderitaan adalah rejeki yang mengantarkan mereka untuk mendekat kepada Allah SWT. Bukankah tujuan hidup ini adalah mendekat kepada NYA semata? Oleh sebab itu, mereka tidak khawatir apapun datangnya sesuatu, apakah itu berupa kemudahan dan kesulitan. Kebahagiaan maupun kesedihan. Kematian juga sudah bukan merupakan hal yang menakutkan. Pendeknya: Mati sekarang dan besok sama saja.

Jiwa dan mental para Nabi  adalah ketenangan dan kedamaian. Saat harus berperang menegakkan kalimah tauhid, Rasulullah SAW berada di garis paling depan. Memimpin pasukan Muslim dan memberi contoh kepada semua umat, bagaimana seharusnya menjadi manusia yang gagah berani menghadapi hidup.

Akhirnya, semua proses pelatihan itu harus dilanjutkan di rumah masing-masing dan di antara para master kwa terjalin secara kuat ikatan persaudaraan. Untuk mempermudah komunikasi antar para master kwa maka ada grup whatssap khusus untuk saling tukar informasi dan ijasahan ilmu-ilmu yang lain.

Pelatihan master kwa bukanlah pelatihan yang instan — mana ada ilmu goib yang bisa diisikan secara instan? Kecuali hanya bahasa iklan-iklan di media, saya kira kita semua sudah cerdas bahwa tidak ada ilmu instan yang sekali diisikan langsung bisa. Kalau pun ada, sedikit jenis ilmu yang diisikan secara instan maka hilangnya pun bisa instan atau cepat dan tidak bisa diuji secara ajeg.

Contoh pengisian ilmu kebal  dengan memasukkan gotri ke dalam mulut. Saat itu, oleh sang guru langsung bisa ditajrib di tempat. Nah, saat anda pulang maka tidak ada jaminan anda akan kebal bila disabet senjata. Semua ini tidak ada jaminan. Yang bisa menjamin secara mutlak hanyalah Allah SWT dengan cara dan sikap kita hanya bisa pasrah kepada Allah SWT.  La hawla wala quwwata ila billah.

Ilmu isian semacam inilah yang membuat anda nanti jadi kesulitan menghadapi maut. Khodam jin yang anda panggil dan sembah ketika membaca mantera dan mengisikan ilmu ke dalam tubuh, akan membuat ruh anda stress sepanjang masa.  Anda akan jadi arwah gentayangan dan tersiksa di kubur ketika anda wafat.

Di pelatihan master kwa ini, ilmu semacam itu kita hindari. Ilmu-ilmu master kwa bukan ilmu isian instan. Di pelatihan master KWA ilmu diijasahkan, diajarkan dan diriyadhohi sendiri oleh anda agar ilmu yang kita dapat ini meresap abadi dan tidak akan hilang selamanya. Besar manfaat dan berkahnya bagi kehidupan jangka panjang, di dunia dan akhirat. Amin YRA. Kita pegang tauhid. Kita jauhi larangan Allah SWT dan kita patuhi perintah-NYA.

Inilah ilmu yang sejati. Bukan ilmu karang — ilmu yang dikarang-karang oleh jin sebagai khodam ilmu– dan akhirnya membuat kita tertipu. Ilmu sejati akan menyelamatkan kita, bukan membunuh dan menyiksa. Ilmu sejati akan membuat pemiliknya tenang dan damai serta membuat keyakinan seseorang terhadap kekuasaan Allah SWT itu semakin besar.

Selamat jalan Master KWA pulang ke Turki. Lain waktu kita berjumpa lagi. Salam paseduluran. Wassalamualaikum wr wb.

Berikut link youtube pelatihan master Kwa angkatan 53:

@kwa,2016

 

Categories: REPORTASE PELATIHAN MASTER KWA: Ilmu sejati dan ilmu karang

PEMBERIAN GELAR MASTER KWA ANGKATAN 53


Assalamualaikum wrb wb.

img-20161031-wa0023SEBAGAI TANDA RASA PERSAUDARAAN YANG PENUH CINTA MAKA KAMPUS WONG ALUS MEMBERIKAN  GELAR  KEPADA PESERTA PROGRAM PELATIHAN MASTER KWA ANGKATAN LIII / 53 YANG DISELENGGARAKAN PADA 29 OKTOBER 2016 BERTEMPAT DI GUNUNG PENANGGUNGAN DENGAN GELAR:

KI PRABU ANOM PENANGGUNGAN (TURKEY – EUROPE)

KI PRABU SEPUH PENANGGUNGAN (TURKEY- EUROPE) 

SEMOGA PELATIHAN MASTER KWA INI BERMANFAAT UNTUK KITA SEMUA DALAM NAUNGAN RIDHO ALLAH SWT. AMIN.

HORMAT KAMI, SALAM PASEDULURAN.

wongalus

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

ASMAK AKWAN


artikel kiriman
BAJANG LOMBOK
muhrikaizi@gmail.com
Salam hormat buat sesepuh kampus wong alus dan juga kepada semua kelurga besar kwa dimana saja berada,Dengan ini ijinkan saya yang doif ini berbagi sedikit pengetahuan tentang asmak akwan yang saya nukil dari kitab al ajnas  halaman 44 ,asmak ini berpungsi insya alloh  untuk perlindungan dari segala macam kejahatan,kebal segala jenis senjata  ,melindungi rumah dari pencurian,untuk mahabbah,menghancurkan santet,mengobati kesurupan dan lain- lain sesuai niat
Cara mengamalkannya cukup dibaca 100 kali selama, 7 malam sehabis shalat hajat,setelah selesai yang 7 malam tingal diamalkan baca 1/3 kali sehabis sholat ,5 waktu ,cara menggunakan untuk perlindungan baca 3 kali sebelum keluar rumah,
Untuk tawassulnya,
1).nabi muhammad saw beserta semua keluarganya
2).kedua ibu dan bapak
3).semua kaum muslimin dan muslimat ,mukminin dan mukminat
4).diri sendiri, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan.
Inilah dia asmak al akwan:
Ajibni ya abal hakim wa anta ya hisyam wa anta ya huhirin wa anta ya syah nitin ya musfarsin ya ibadallohisaholihin  ainama takunu yakti bikumullohu jami,an  in nalloha ala kulli Syai,ing kodir.
@kwa,2016
Categories: ASMAK AKWAN | 15 Komentar

ILMU MEMANGGIL GOIB “PRABU SILIHWANGI”


artikel kiriman ki arya wisesa

Salam welas asih tuk sedulur semua….Semoga senantiasa selalu ada dalam sehat dan dimudahkan rizki oleh Gusti Murbeng alam…sedulurku saya berbagi wawasan melalui blog tercinta ini,semoga kiranya bermanfaat bagi semua makhluk,kali ini saya berbagi sebuah kidung untuk pemanggilan dan penyatuan pada Eyang Ageung Gusti Prabu siliwangi,kidung ini dikemas sebagian besar dalam bahasa sunda kuno/buhun,jadi untuk mereka yg tidak mengerti makna kidung ini,saya sarankan minta bantuan teman untuk di translate ke bhs indonesia

Ini bukti khasanah perbendaharaan ilmu hikmah di KWA begitu banyak warna dan budaya.kidung ini saya dapat dari seseorang di daerah garut disaat saya ziarah ke daerah leuweng/hutan sancang di garut dimana di sana ada sebuah lembah yang langsung berbatas dg pantai selatan,disana ada goa dan digoa itu saya dapat kidung ini.dan untuk tata cara pemanggilanya lebih utama ziarah dulu ke sancang,namun dimensi ghoib dimensi yg tidak terikat oleh ruang dan waktu/tembus tanpa batas,artinya bisa dilakukan dimanapun dg etika ghoib,saya sarankan untuk pemula ilmu hikmah jgn berjalan sendiri,carilah praktisi yg bisa mengarahkan anda,sy yakin tiap daerah ada…

Etika mengundang pada umumnya selalu ada jamuan tuk pihak yg diundang,namun mohon maaf jamuan tidak bisa saya paparkan disini,jk sedulur sdh yakin dan ada dasar mental ghoib silahkan email ke saya
( kiarya.wisesa@yahoo.com ).atau anda bisa tanya praktisi di tempat anda,pada umumnya hampir sama jamuan ghoib yg ini hanya ditambah daging sapi segar.untuk manfaatnya silahkan anda tanya langsung sama eyang baginda prabu
karena tiap orang akan berbeda tergantung karakter si pengamal…Kiranya hanya ini yg bisa saya bagikan,mohon maaf jika ada kata yg kurang berkenan bahkan bukan maksud utk mengajari apalagi pd pinesepuh KWA,ini hanya share dari seorang yg lemah yg berusaha tuk selalu welas asih.terima kasih…SALAM WELAS ASIH….
KIDUNG SILIWANGI
 
SAMPURASUN…3X    KAWULA NUN
BULKUKUS DAWITANANA,
TANDANA KA PARA DEWATA,
SING HADIR KA PARA SANGHYANG,SING HADIR KA PARA DANGHYANG,
ANU LINGGIH CALIK DI KARATON LEUWEUNG SANCANG PADARINCANG
BULKUKUS SING REK HURIP,
DIBUANA PANCA TENGAH,PUN AMPUN AMIT AMPUN,
NEDA AMPUN KAPARALUN,KA LUHUR KA SANG RUMUHUN,
KA HANDAP KA SANG BATARA,KA SING BATARI ANU PASTI
KA SANG BATARA NU NYATA,SANG NU GRAHA
BULKUKUS HIBER KA MANGGUNG,
NYAMBUANG KA AWANG AWANG,
IE KUKUS PANGONDANG EYANG AGEUNG
SRI BADUGA MAHARAJA PRABU SILIWANGI
NU LINGGIH CALIK DI KARATON LEUWEUNG SANCANG PADARINCANG,
….SING HADIR…3X { Sambil gejlig bumi }
NYUWUN PANGABAKTI KA PANGERSA,KAULANUN
NYANGGAKEUN SARI PANGABAKTI,RASA PANGAWASA ,
MUGI KATAMPI SARINA KATEDA RASANA KUPANGERSA,
IE SAJEN PANGABAKTI IE KUKUS PANGABAKTI
YA AMALELES…YA ADEN ADEN…YA KAJAJADEN YA HADIR
AMAGALUH PAKUWON ANU LINGGIH CALIK DI KARATON
LEUWEUNG SANCANG PADARINCANG
EYANG AGEUNG SRI BADUGA MAHA RAJA PRABU SILIWANGI.
@kwa,2016
Categories: ILMU MEMANGGIL GOIB PRABU SILIHWANGI | 7 Komentar

REPORTASE PERJALANAN KE KERATON KASEPUHAN CIREBON


Berbahagia rasanya bisa masuk ke Museum Pusaka di Keraton Kasepuhan Cirebon. Kesempatan langka itu terjadi beberapa hari yang lalu…

20161014_215839Diantar oleh seorang sahabat karib yang juga sesepuh KWA, mbah Jatiraga dan Seorang Sentono Dalem “Kang Sis” yang juga merupakan sesepuh Laskar Macam Ali, kami masuk ke Keraton Kasepuhan Cirebon malam hari. Kami melihat-lihat koleksi-koleksi pusaka kerajaan Cirebon yang dikeramatkan.

Memasuki Keraton Kasepuhan ini, kita melewati tembok berbata ekspose berwarna cokelat, di mana arsitekturnya bernuansa bangunan Bali. Padahal, diketahui, keraton ini ditempati oleh kerajaan Islam yang dipimpin Sunan Gunung Jati.

Arsitektur keraton dibangun dari masa peralihan dua zaman berbeda. Keraton Kasepuhan ini dibangun saat masa kejayaan Hindu ke masuknya Islam, makanya bangunan di sini mirip di Bali.

Kemudian, selama langkah berjalan, kita akan memasuki gerbang utama, di dalamnya terdapat bangunan pusat keraton yang difungsikan pada saat itu sebagai Kesultanan Cirebon. Keraton Kasepuhan ini yang sudah dijadikan museum sejarah, cukup menyuguhkan secara lengkap alat-alat, benda pusaka, kendaraan, hingga lukisan yang dikoleksi oleh Kesultanan Cirebon.

20161014_204149Seperti, kereta barong yang disimpan dalam ruangan. Kereta kencana ini sering digunakan oleh Kesultanan Cirebon saat merayakan tahun baru Islam yang jatuh pada 1 Muharam atau dikenal dengan 1 syuro. Di kanan kirinya kereta terdapat pusaka-pusaka kerajaan.

Menilik ke lebih ke dalam menyusuri lorong, terdapat sebuah lukisan Prabu Siliwangi yang diyakini hasil karya Sunan Gunung Jati. Lukisan ini dibuat setelah beliau bermimpi dengan Prabu Siliwangi yang kemudian ia tuangkan ke dalam sebuah kanvas.

20161014_203829Di lukisan itu terasa aroma mistis yang kuat. Lukisan ini dapat dilihat secara tiga dimensi. Pengunjung hanya melihat dari mata sang tokoh tersebut hingga ke kaki. Maka, setelah itu pengunjung akan melihat obyek lukisan itu membalas pandangan Anda, meski dilihat dari sudut samping kiri maupun samping kanan.

Hal itu bisa terjadi, karena diyakini lukisan ini mengandung muatan mistis, dan bahkan konon menurut pemandu  ada pengunjung yang kesurupan akibat melihat lukisan tersebut dengan pikiran kosong. Selanjutnya bagian dalam keraton ini juga terdapat bangunan utama yang berwarna putih. Di dalamnya terdapat ruang tamu, ruang tidur, dan singgasana raja.

Pernah hilang dicuri 

20161014_204217Konon, beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 2011, pusaka-pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon pernah hilang dicuri yaitu jenis keris, pusaka cangak dan tombak. Namun polisi berhasil meringkus pencurinya dan pusaka-pusaka tersebut berhasil dikembalikan lagi ke pihak Keraton.

Setelah puas, saya diantar masuk untuk mandi di Sumur Kejayaan yang letaknya di belakang Museum di dalam tembok keraton. Setelah mandi, saya diajak oleh Ki Jatiraga untuk maladihening sesaat di tempat petilasan Pangeran Cakrabuana dan Petilasan Sunan Gunung Jati.

Saat maladihening, Ki Jatiraga sempat mendapatkan ijazah goib berupa doa Asmak pendek yang diinformasikan kepada saya secara berbisik.

Alhamdulillah….

Prosesi ritual mandi selesai dan kami melanjutkan berjalan menyusuri lorong-lorong Keraton.

20161014_203703Menurut Kang Sis, tiap keraton di Indonesia memiliki nilai adat yang kaya, tidak terkecuali Keraton Kasepuhan di Cirebon. Setiap Maulid Nabi, pihak keraton merayakannya dengan memandikan benda pusaka.

Selain keris maupun kereta, pusaka Kasepuhan Cirebon adalah sebuah piring dengan kaligrafi Arab yang dikeluarkan pada saat upacara Panjang Jimat di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Benda pusaka Keraton Kasepuhan yang dikeluarkan pada upacara Panjang Jimat adalah piring bertuliskan kaligrafi Arab yang dalam sejarahnya dibawa langsung oleh Sunan Gunung Jati dari Makkah.

20161014_203650Menurut Kang Sis, Upacara Panjang Jimat dilakukan setahun sekali pada Maulud Nabi untuk memaknai kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menjalankan tradisi yang dianut oleh Sunan Gunung Jati, sejumlah persembahan secara simbolik disiapkan untuk mewakili hari kelahiran Nabi.

pusaka-cirebonPanjang itu adalah piring peninggalan Sunan Gunung Jati, sedangkan jimat itu adalah nasinya atau lauk di atas piring. Ibaratnya manusia makan perlu piring sama nasinya.

Dalam ajaran Islam sendiri, panjang juga diibaratkan terus menerus tanpa henti, sedangkan jimat merupakan bahasa Jawa dari ‘satu yang dipelihara.’ Artinya pun merujuk pada dua kalimat syahadat yang menjadi pegangan utama umat Muslim.

Piring atau jimat Keraton Kasepuhan sudah dikeluarkan dan dibersihkan seminggu sebelum puncak perayaan Maulud Nabi. Setelah dibersihkan, piring akan ditaruh di keranda khusus yang disebut meron dan dondang.

Pada malam Upacara Panjang Jimat, ritual diadakan di Bangsal Prabayaksa dan disaksikan sendiri oleh Sultan PRA Arief Natadiningrat. Upacara dimulai dengan pembukaan, kemunculan pimpinan barisan Abdul Mutholib, perangkat upacara, hingga arak-arakan oleh Abdi Dalem dengan obor menuju ke Langgar Agung.

Total bagian upacara terdiri atas sembilan kelompok. Adapun tiap kelompok tersebut memiliki makna tersendiri yang berkaitan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Sesampainya di Langgar Agung, sejumlah persembahan beserta piring pusaka dikeluarkan. Jamaah Masjid Agung Sang Cipta Rasa kemudian membacakan Kitab Barzanji sampai tengah malam. Usai doa, persembahan akan dibagikan ke para Abdi Dalem, diselesaikan dengan arak-arakan kembali ke Bangsal Prabayaksa.

20161014_203433tiang-sokoguruBegitulah, kami akhirnya harus mengakhiri perjalanan di Keraton Kasepuhan dengan sholat di Masjid yang wingit dan sinengker: Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Dan, Cirebon menyisakan kenangan yang tak kan terlupakan ….. terima kasih Ki  Jatiraga  dan Kang Sis!

@KWA, 2016

 

Categories: REPORTASE PERJALANAN KE KERATON KASEPUHAN CIREBON | 12 Komentar

PEMBERIAN GELAR MASTER KWA ANGKATAN 52


Assalamualaikum wrb wb.
SEBAGAI TANDA RASA PERSAUDARAAN YANG PENUH CINTA MAKA KAMPUS WONG ALUS MEMBERIKAN  GELAR  KEPADA PESERTA PROGRAM PELATIHAN MASTER KWA ANGKATAN LII / 52 YANG DISELENGGARAKAN PADA 8 OKTOBER 2016 BERTEMPAT DI GUNUNG PENANGGUNGAN DENGAN GELAR:

KI PRABU RUDI PENANGGUNGAN (CIANJUR)

KI PRABU SLAMET PENANGGUNGAN (KLATEN) 

SEMOGA PELATIHAN MASTER KWA INI BERMANFAAT UNTUK KITA SEMUA DALAM NAUNGAN RIDHO ALLAH SWT. AMIN.

HORMAT KAMI, SALAM PASEDULURAN.

wongalus

@@@

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1438 H


KELUARGA BESAR KWA MENGUCAPKAN

SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1438 H.

SEMOGA KEHIDUPAN KITA SEMAKIN BERKAH

DALAM NAUNGAN RIDHO ALLAH SWT. AMIN YRA.

HORMAT SAYA

KI WONGALUS.

==========================================

Tahun baru Hijriyah dalam masyarakat Jawa dikenal dengan tradisi 1 Suro. Sebagai bagian dari masyarakat Nusantara yang memegang tradisi budaya, KWA mengadakan acara Suroan yang dimulai dengan refleksi dan doa bersama agar kita semua, masyarakat, bangsa dan negara kita ini aman damai selamat tenteram dan dijauhkan dari bencana. Amin.
Selain itu, budaya Jawa memiliki tradisi unik yaitu pusaka-pusaka yang isinya adalah doa-doa para Empu yang selama ini disimpan di almari maka di bulan Suro ini dijamasi dan dibersihkan. Berikut beberapa dokumentasi kegiatan jamasan kecil-kecilan PUSAKA-PUSAKA KWA di rumah kami.
Kita ajari diri kita, kita ajari lingkungan di sekitar kita, kita ajari generasi muda agar menghargai dan menghormati tradisi secara cerdas dan bijaksana. Apa falsafah dan makna yang terkandung dalam sebuah aktivitas budaya sebagai local genius bangsa kita. Demikian terima kasih rahayu kang sami pinanggih. Wassalamualaikum wr wb.

img-20161001-wa0074

img-20161001-wa0069

img-20161001-wa0077img-20161001-wa0082img-20161001-wa0064

img-20161001-wa0075

img-20161001-wa0068

img-20161001-wa0073

img-20161001-wa0050

img-20161001-wa0061

img-20161001-wa0048

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 18 Komentar

KISAH PARA EMPU PEMBUAT KERIS


wempu-keris1BANYAK kisah aneh tentang perilaku empu ketika membuat keris. Empu wanita Ni Sombro, misalnya, suka membuat keris dengan mengambang di permukaan laut. Dia konon mampu membuat keris dengan hanya dipejet-pejet memakai tangan.

keris-sombro-pejetan-pajajaranSetelah jadi, keris dicoblos pakai jari kelingking agar terjadi lubang demi memudahkan untuk merenteng keris buatannya, sebelum kembali ke daratan. Karena itu, keris buatan Ni Sombro dipastikan ada lubangnya. Juga ada bekas pejetan tangan.

Di zaman modern sekarang pun, masih ada Empu yang mengawali pembuatan keris dengan cara menjilat bahan keris dari besi yang  masih panas membara. Suatu ketika Bupati Wonogiri H Begug Poernomosidi SH memesan keris pada empu Mas Ngabehi (MNg) Daliman Solo, besi yang merah membara ketika dibakar di tungku (baselen), serta merta diambilnya dan dijilat pakai lidahnya. Ini dilakukan untuk mengawali pembuatan pamor keris dapur sengkelat yang dia pesan.

Tahukah Anda bagaimana keris Kanjeng Kiai (KK) Jenang Kunto dibuat di zaman kerajaan Mataram ? Saat itu, Raja Mataram memerintahkan semua penduduknya setor masing-masing sebuah jarum ke keraton. Ini untuk sensus penduduk guna mengetahui jumlah warga di Mataram.

Dengan meminta jasa empu Ki Supo Enom (Ki Nom), jarum sebanyak jumlah warga di negeri Mataram itu, kemudian dibuat keris. Jadilah sebilah keris yang diberi nama KK Jenang Kunto.

Lain lagi cara yang dilakukan Raja Surakarta Paku Buwana (PB) IV. Dia memerintahkan semua bedug di tanah Jawa dikumpulkan. Setelah terkumpul, paku bedugnya dipakai untuk bahan membuat keris KK Pakumpulan yang dibuat oleh Empu Brojoguna. Sedangkan kulit bedug dibuat wayang kulit dan diberi nama KK Jimat.

EMPU ERA SEKARANG

mpu-kerisDi dunia tosan aji, Pauzan Pusposukadgo bukanlah nama asing. Saat ini, dialah satu-satunya empu (pembuat keris) paling senior dan masih aktif di Indonesia. Usianya sudah 72 tahun. Namun semangatnya untuk melestarikan keris sebagai salah satu warisan budaya dunia tetap menyala. Tosan aji adalah sebutan untuk senjata tradisional yang terbuat dari besi dengan cara ditempa, seperti tombak dan keris.

Sebelum membuat keris Pauzan menggelar ritual selamatan untuk menandai aksinya menghidupnya kembali besalen (tempat pembuatan keris) milik budayawan Jawa almarhum Panembahan Hardjonagoro (Go Tik Swan). Besalen yang berada di komplek tempat tinggal sang panembahan di kawasan Kratonan, Solo, Jawa Tengah, itu terakhir digunakan untuk membuat keris tahun 1992. Pauzan sendiri dalam 10 tahun terakhir sempat berhenti membuat keris karena sakit.

Besalen ini nantinya tidak hanya untuk membuat keris, tapi juga sebagai tempat bertanya bagi mereka yang ingin tahu tentang tosan aji, terutama keris,” kata Pauzan.

Bagi Pauzan, menghidupkan kembali  besalen ini juga sebagai cara untuk bernostalgia karena dia  pernah lama belajar pada panembahan (Go Tik Swan). “Tahun 1980-an saya nyantrik (magang) di besalen ini. Dia mengajari saya banyak hal tentang tosan aji,” ujar suami dari Sukasmi ini.

Lahir di Desa Grinting, Boyolali, tahun 1941, dari keluar petani yang miskin, Pauzan  hanya mengenyam pendidikan sampai kelas II Sekolah Teknik (setingkat SMP). Setelah droup out, ia bekerja di bengkel sebelum akhirnya menjadi sopir bus malam jurusan Solo-Jakarta. Ketertarikannya terhadap keris berawal ketika seorang temannya memamerkan keris yang baru diperoleh dari orang tuanya.

“Sampai sekarang saya tidak ingat dapur-nya apa, pamor-nya apa, dan tangguh-nya dari mana. Tapi saya ingat keris teman saya itu sangat indah. Sejak itu saya mulai  keranjingan (tergila-gila) dengan keris,” kata Pauzan yang tinggal di Kampung Yosoroto. Solo.

Tahun 1974, Pauzan masuk menjadi anggota Boworoso Tosan Aji Surakarta, sebuah perkumpulan bagi penggemar tosan aji. Dari tempat inilah Pauzan mulai belajar mengenal keris. Selama  8 tahun ia mempelajari bagian-bagian keris, falsafah, dan sejarah keris sambil sesekali belajar menempa besi dan membuat pamor pada Go Tik Swan. Hingga akhirnya pada tahun 1982 ia belajar membuat keris sendiri. Ia bongkar halaman rumahnya yang tak begitu luas untuk dijadikan besalen.

Pauzan menuturkan karena tidak memiliki cukup untuk membeli besi dan bahan membuat keris lainnya, ia sering membeli keris rongsokan di Pasar Antik Triwindu. Keris-keris yang dibeli dengan harga murah itu kemudian diperbaiki di besalen-nya, dan kemudian dijual kembali dengan harga tinggi.

“Hasil jual beli itu kemudian saya pakai modal untuk menghidupkan besalen,” kata dia.

Ketekunan, banyak bertanya, dan di bawah bimbingan langsung Mpu Go Tik Swan, keris karya Pauzan akhirnya berhasil  menarik perhatian para penggemar keris. Tahun 1984, ia berhasil membuat pamor kreasi baru,  Poleng Wengkon, yang ditorehkan pada keris dapur Gumbeng. Pamor adalah motif yang muncul pada bilah keris karena lipatan besi yang berbeda, biasanya logam putih dan hitam atau nikel.

“Pamor itu hasil desain Dietrich Drescher, pecinta keris asal Jerman. Pamor itu kemudian saya torehkan pada bilah keris,” kata empu yang pernah diangkat menjadi mantra pande ((kepala besalen) oleh Paku Buwono XII  di Keraton Kasunanan Surakarta.

Keris karyanya ini langsung menarik perhatian Menko Polkam ketika itu, Jenderal Soerono yang kemudian memberi nama keris itu Kyai Surengkarya.  Tujuh keris dengan pamor serupa juga dipesan oleh beberapa pecinta keris dari Amerika Serikat, Malaysia, Jepang, Australia, dan Belanda.

Selain Poleng Wengkon, Pauzan juga melahirkan pamor-pamor baru, antara lain  kalpataru, daun pepaya, dan tetes banyu (tetes air). “Dietrich Drescher banyak mendorong  sekaligus menginspirasi saya untuk menciptakan pamor pamor baru,” kata Pauzan.

Empu Kreasi Baru

pameran-kerisKarya-karya Pauzan selalu ditunggu para penggemar keris. Selama periode tahun 1983 hingga 1990, Pauzan menggelar pameran karya-karya tosan aji, antara lain di ASKI (sekarang Institut Seni Indonesia Surakarta), Sasana Mulya (Solo), Monumen Pers (Solo), Pusat Keris Jakarta, dan Taman Mini Indonesia Indah. Sebagai empu, Pauzan semakin bersinar ketika karya-karya dipamerkan di Brunai Darusalam.  Karena kepiawaiannya, Pauzan  juga menjadi dosen luar biasa untuk mata kuliah praktek pembuatan keris di Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI, sekarang ISI) Surakarta.

Ia selama ini dikenal sebagai empu dengan karya-karya keris kreasi baru. Pada awak-awal sebagai mpu, ia lebih banyak mutrani –meniru keris-keris kuno seperti naga sasra sabuk inten, kyai sengkelat, dan sebagainya.  Setelah masa-masa meniru selesai, ia mulai menciptakan kreasi baru.

“Keris itu bukan benda mistis. Keris itu karya seni yang luar biasa warisan leluhur kita. Sekarang ketertarikan orang terhadap keris sudah  bergeser dari sesuatu yang mistis ke aspek estetika,” kata empu yang pernah menerima beberapa penghargaan di bidang budaya dari pemerintah ini.

Pria ini telah membuat ratusan keris. Ia juga melahirkan puluhan empu muda dari besalen-nya. Namun ia tetap sederhana. Ia sangat terbuka untuk mengajarkan ilmu perkerisan kepada kalangan muda yang ingin belajar darinya. Meski karya-karya kerisnya telah mendapat pengakuan dunia, namun Pauzan menolak disebut sebagai empu.

“Saya bukan empu, tapi pengrajin keris,” kata pria yang mendapat gelar Mas Ngabehi Pusposukadgo dari Keraton Kaunanan Surakarta ini.

Menurut Pauzan, untuk menjadi empu seseorang harus memiliki kemampuan spiritual yang tinggi. Seorang empu harus menjalani laku tapa dan ritual kejawen lain. Lagi pula, lanjut Pauzan, gelar empu itu hanya untuk para pembuat keris kraton pada zaman dulu. Bagi dia yang penting adalah melakukan tugas yang juga diwariskan para leluhur kepada generasi berikutnya, yaitu melestarikan budaya.

“Saya gembira karena mulai banyak perajin perajin muda dengan karya yang hebat. ISI (Institut Seni Indonesia) Surakarta memiliki peran besar dalam melahirkan perajin perajin muda. Apalagi di sana sudah ada program studi tosan aji,” ujar Pauzan.

Meningkatnya minat terhadap pembuatan keris ini, lata Pauzan, terutama setelah Unesco  mengukuhkan keris merupakan warisan budaya lisan dan tak benda karya kemanusiaan dari Indonesia.

“Di Indonesia, tradisi membuat keris dan tombak masih berlanjut seperti halnya membuat wayang dan batik. Secara terus menerus selama ratusan tahun tradisi itu masih dilakukan oleh masyarakat kita, bahkan sampai sekarang” kata dia.

Pauzan menyebut tradisi pembuatan keris sudah dilakukan  sejak  masa kerajaan Buda (125-1125), kerajaan Hindu ( 1250-1500), Mataram Islam (1460 M – 1613 ) hingga masa pasca kemerdekaan  (1945 hingg sekarang).

Dari perjalanan panjang itu, lanjut Pauzan, telah lahir empu-empu hebat seperti Empu Gandring  pada masa kerajaan Singasari. Lalu zaman Mataram melahirkan Mpu Warih Anom, Mpu Madrim, Mpu Tundung, Mpu Setrobanyu, hingga Mpu Brojosentiko, Mpu Brojoguno, dan Mpu Japan.

“Mereka empu empu yang luar biasa. Sayang, banyak karya mereka yang hilang karena dijual ke luar negeri,’” kata Pauzan.

Pada masa sekarang ini, menurut Pauzan, keris seharusnya tidak lagi dianggap  sebagai benda yang mistis.  Keris adalah karya seni, sehingga harus dilihat sebagai benda seni. Dengan cara pandang seperti itu, kata dia, maka akan semakin banyak kalangan muda yang  akan belajar mengenal, mencintai dan kemudian melestarikan keris sebagai warisan budaya bangsa.

“Keris itu semuanya indah. Mulai proses pembuatan, kemudian munculnya pamor, sampai akhirnya dibuatkan warangka (sarung keris) dan gagang (pegangan). Saya rela  mengajar tanpa bayaran bagi mereka yang ingin belajar membuat keris, terutama dari kalangan muda, agar keris abadi,” ujar Pauzan.

Sumber: Suara Merdeka

Categories: KISAH PARA EMPU PEMBUAT KERIS | 2 Komentar

ASMAK ISMUL ADZOM MULTIFUNGSI


artikel kiriman pembaca
pamungkasrajeh@gmail.com

Asalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Salam hormat kagem ki wong alus n sesepuh semuanya serta salam hangat buat para pembaca blok kwa tercinta ini pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi ijazah keilmuan golongan rajeh dr guru saya dr padepokan Ilmu Kasepuhan Nusantara yaitu ASR ISMUL ‘ADZOM yang ada di padepokan IKN bagi yang berminat silahkan diamalkan dengan istiqomah.

Caranya mandi taubat siapkan air aqua lbh bagus air masjid di lanjut solat sunah taubat 2 rokaat n solat sunah hajat 2 rokaat dilanjut tawasul
1. Biniyati liridho illahi ta’ala
2. Ila hadroti nabiyyil mushtofa Muhammadin SAW
3. Ila hadroti nabiyullah Khidir AS Balya Bin Malkan, Adam min Hawa AS, Idris AS,
Ibrahim AS, Daud AS, Sulaiman AS Asif Bin Barkhoya, Ilyas AS
4. Ila hadroti Syeikh Abdul Qodir Jaelani wa Syeikh Abi Hasan As Syadzily
5. Ila hadroti jami’il malaikat muqorrobin wa qorribin
6. Ila hadroti wali 9, Syeikh Syarif Hidayatullah, Syeikh Sulthon Murohidin Gusti Amat, Pangeran Cakra Buana, Syeikh Magelung Sakti, Syeikh Bujuk Tumpeng Madura, Syeikh Kholil Bangkalan, Mbah Yai Alawi Madura, Mbah Yai Ishaq Grobogan, Mbah Yai Ali Mustain Campur Darat
7. Khususon sohibul ijazah Fitri Andriadi, Jalu Pembayun Setiadisunu, wa
man ajazani ila muntaha serta semua Anggota Ilmu Kasepuhan Nusatara
8. Ila hadroti li jasadi (sebut keluarga yang masih hidup), semua murid dan tamu tamu
ku
9. Ila Arwahi muslimin wa muslimat semua keluarga, leluhur ku yang sudah
meninggal, semua leluhurnya guru-guru, murid-murid, dan tamu-tamu ku yang
sudah meninggal, dan semua leluhur yang telah babat alas desa… (Tempat saat ini
wirid)
10. Hadza / Hadzihi hadiyatuna khususon ila ruhi …..(nama sendiri)……bin/binti…(nama
ibu kandung)……
11. Assalamu’alaikum Ya Rijalul Ghoib, Assalamu’alaikum Ya Arwahu Mukhodas Ila
Jami’il Khodami Ayat Wal Mu’jizati Karomatil Ayat Wa Bi Barokati Ayat Keramat Lintang Songo (untuk memudahkan / menyebut semua amalan yang dimasukkan)
12. Ilahi anta maksudi wa ridloka madlubi 3x
Al-Fatehah……… 500x( khusus hari pertama) hari kedua seterusnya min 21x

PERMULAAN SEMUA ASMA’
(Ijazah Mbah Yai Ahmad Sholikhin)

Dibaca sebelum mengamalkan asma apapun sebanyak 3x tahan nafas,
Fungsinya untuk memperkuat semua asma yang kita amalkan khususnya yang
berkaitan dengan kejadukan

BISMILLAH HAQULLAH HAQ – HAQ – HAQ 3x  KAF HA YA’ ‘AIN
SHOD KHA MIM ‘AIN SYIN QOF ALLAHU AKBAR 3X

ASR ISMUL A’DZOM ini lafadznya:

INNA QUWWATA QUWWATUKA FAQOWWINI BI ‘IZZATIKAL A’DHOM  1000X

Setelah selesai tarik nafas panjang tahan di perut lalu di kedutkan trus di tiupkan ke air yg sudah disiapkan.

Tutup dengan solawat n hamdalah lakukan selama 3/7 hari untuk faidah multi fungsi. Mf jika ada kata2 yg salah atau khilaf bukan berarti sy berilmu tp saya hnya orang awam yg di tugasi guru saya agar berbagi amalan bagi yg berkenan mohon wejangan n masukanya akhirul kalam wabilahitaufik wal hidayah asalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

@kwa,2016

Categories: AMALAN MULTIFUNGSI | 59 Komentar

PEMBERIAN GELAR ANGKATAN 51 MASTER KWA


Assalamualaikum wrb wb.
SEBAGAI TANDA RASA PERSAUDARAAN YANG PENUH CINTA MAKA KAMPUS WONG ALUS MEMBERIKAN  GELAR  KEPADA PESERTA PROGRAM PELATIHAN MASTER KWA ANGKATAN LI / 51 YANG DISELENGGARAKAN PADA 17 SEPTEMBER 2016 BERTEMPAT DI PANTAI PRIGI TRENGGALEK JATIM DENGAN GELAR:

KI PRABU DEDI JAYANINGRAT
(LAMPUNG)

SEMOGA PELATIHAN MASTER KWA INI BERMANFAAT UNTUK KITA SEMUA DALAM NAUNGAN RIDHO ALLAH SWT. AMIN.

HORMAT KAMI, SALAM PASEDULURAN.

wongalus

@@@

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

KIDUNG BONANG PENOLAK BENCANA


Bagi masyarakat Jawa, Kidung tidaklah sekedar nyanyian sebagaimana makna nyanyian di era sekarang. Akan tetapi mengandung kekuatan batiniah sebagaimana mantra yang dilagukan dengan nada-nada tertentu. Kidung Bonang ini adalah karya dari salah satu Wali Songo yaitu Sunan Bonang, Guru dari Sunan Kalijaga.

Masyarakat tradisional khususnya di Nusantara menggunakan mantra untuk tujuan tertentu. Hal tersebut sebenarnya sangat efektif bagi para penggunanya, Selain merupakan salah satu sarana komunikasi dan permohonan kepada Tuhan, mantra dengan kata yang berirama memungkinkan orang semakin rileks dan masuk pada keadaan trance.

Kalimat mantra yang kaya metafora dengan gaya bahasa yang hiperbola tersebut membantu perapal melakukan visualisasi terhadap keadaan yang diinginkan dalam tujuan mantra. Kalimat mantra yang diulang-ulang menjadi Afirmasi, Pembelajaran di level unconscious dan membangun sugesti diri yang sangat kuat.

Berikut kidung berisi mantra yang bisa dinyanyikan saat malam hari dalam kondisi hening dan sakral. Isinya adalah doa-doa pemagaran agar yang berdoa mendapatkan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa dari penyakit, hama tanaman, teluh, tenung sihir dan bencana lainnya.

Berikut kidungnya :

 

Ana kidung kidunge Paneran

ara namun na sakit

tekane sin sabran

rupane aran aban

kapunah in rasul muji

panakit ilan

kari waluya jati.

Kapayunan in luhur haras

anirnaken paksi

kan teka min sabran

walan lelembin kurikan

tikus celen uti-uti

lolodoh walan

saken ama suminkir.

Pager wetan Jabrail nulak

sakehe inkan mandi

lelenek tutukan

rujek wewerjit minman

kapunah in puji tasbik

bruwan aiyan

pada adoh tan wani.

Pager kidul Mikail anulak

in lara saketi

senkel windu benan

memesus uban-uban

lara roga pada balik

enek apulan

in genahira lami.

Pager kulon Nijrail anulak

guna trahnana weri

teluh kunan-kunan

desti lan japa mantra

suwangi mula kabalik

marin guriyan

ira in biru tasik.

Pager lor Israpil nulak kala

in kala Kalasekti

pejuh wurun kama

lalis lan kamaman gerah

oyod minman tali rawi

ambintan kala

teluh alas suminkir.

Lelemek esor walunsunanin

naga pameluk bumi

anulak muriyan

mudidi(n) pada wenkan

apikukuh lenabu kunin

kan andudulan

bale naras tumawin.

Demikian kidung dari Sunan Bonang. Terakhir kita berpesan pada diri kita masing-masing agar bisa Menebar Keharuman Perilaku sebagaimana falsafah Keris Pudhak Sategal. Menjadikan perilaku kita terpuji dan wangi yang terus menerus tiada henti (angambar-ambar ganda arum) dari ladang yang luas. Keharuman yang menebar memberikan rasa tenang dan meningkatkan kesabaran dan keheningan dalam berfikir dan bertindak.

Keharuman memberikan rasa tenteram dan rasa menyenangkan bagi yang menciumnya. Orang hidup di dunia ini, hendaknya menebarkan aroma harum, seperti harumnya bunga pudhak. Harumnya nama baik manusia sepanjang masa dan selalu dikenang, hanya dapat diperoleh dengan perilaku nyata yang memberikan kebaikan terhadap sesama dan lingkungannya.

Menebar aroma arum harus didasari ulat manis kang mantesi, ruming wicara kang mranani, sinembuh laku utama.  Ulat manis kang mantesi, yaitu bersikap ramah dan menyenangkan hati orang lain, menanggapi seseorang dilandasi dengan kebaikan hati.  Ruming wicara kang mranani, yaitu setiap pembicaraan disampaikan dengan cara yang halus, menarik dan menentramkan hati orang lain, bukan sebaliknya justru membuat suasana menjadi gundah. Sinembuh laku utama, yaitu setiap perbuatan dilandasi dengan keikhlasan dan perilaku yang baik (laku utama). Dengan demikian, diharapkan dapat membuat orang menebarkan keharuman (kebaikan) hidupnya bagi orang lain.

@kwa,2016

Categories: KIDUNG BONANG DOA MINTA PERLINDUNGAN TUHAN YME | 11 Komentar

Selamat Hari Raya Qurban 1437 H (Idul Adha 2016)


ASSALAMUALAIKUM WR WB

Hari Raya Qurban 10 Dzulhijah 1437 H  Insya Alloh bertepatan pada tanggal 12 September 2016,

KELUARGA BESAR KWA mengucapkan selamat beribadah Qurban

Semoga Amal Ibadah kita semua mendapatkan Ridho Allah SWT. Amin YRA.

Belajar dari Ibrahim AS: rela mengorbankan anaknya,
Belajar dari Ismail AS: Ikhlas menerima kehendak Allah SWT.

“pengorbanan dan keikhlasan adalah inti hakikat dari Idul Adha”

WASSALAMUALAIKUM WR WB

Salam paseduluran

ki wongalus

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 5 Komentar

ILMU SYAH MA’RUF UNTUK MENANG PERANG DAN KEBAL SENJATA


ilustrasi peperangan bangsa melayu terhadap bangsa belanda

ilustrasi peperangan bangsa melayu terhadap bangsa belanda

Ilmu ini untuk menang dalam berperang melawan musuh. Badan kita kebal terhadap senjata apapun dan Insya Allah kita akan selamat. Ilmu ini dimiliki oleh suku-suku bangsa Melayu.

Caranya sebagai berikut:

Berdirilah di tempat yang terkena cahaya matahari langsung dan bukalah telapak tangan biar terkena cahaya matahari. Bayangkan cahaya matahari itu menjadi BOLA CAHAYA dengan besar satu kepal tangan dan mengumpul di telapak tangan.

Selanjutnya, Bacalah doa mantra berikut ini dengan TAHAN NAPAS satu kali  dan HEMBUSKAN ke dalam bola cahaya tadi:

Inilah doanya:

AUDZUBILLAHIMINASSYAITONIRROJIM

BISMILLAHI WA MUJRIHA

BISMILLAHI WAMURSAHA

BISMILLAHI WAMURSALIN

BERKAT AKU MEMAKAI ILMU SYAH MA’RUF

BERKAT DOA LA ILAHA ILALLAH

BERKAT MUHAMMADAR ROSULULLOH

Selanjutnya  pukul dada sambil membayangkan bola cahaya di telapak tangan kita masuk ke tubuh.

Maka tubuh kita akan terlindungi sangat kuat oleh cahaya doa yang tidak bisa ditembus oleh apapun senjata.

Selanjutnya napas normal kembali dan silahkan maju dalam peperangan. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua dari bahaya bala bencana yang datang kepada kita. Salam paseduluran.

@Kwa,2016

Categories: ILMU SYAH MA’RUF UNTUK MENANG PERANG DAN KEBAL SENJATA | 27 Komentar

ILMU MAHABBAH


by Kyai Tunggul Manik

Bismilah. Malam yg mulia ini sy ijasahkan ilmu mahabbah kpd sedulur yg berkenan memilikinya.

WAATHUF QULUUBAL AALAMINA BIASRIHIM ALAYYA AALBISNII QOBUULAN BISALMAHAT 60 X selama 7 malam.

Setelah mengamalkan 7 hari maka anda sdh punya ilmu ini. Utk matek ajian ilmu, baca doa tahan napas dan sampai dikalimat AALAMINA maka bayangkan target ikut kemauan anda.

Baca cukup 1 x saja

Insya alloh target manut dan mengikuti kemauan dan cinta anda. Dia akan terpelet dengan ilmu anda.

Ijasahan selesai.

@kwa,2016

Categories: ILMU MAHABBAH | 82 Komentar

AMALAN POWERFULL SERATUS AL IKHLAS


FADHILAH: SEMUA HAJAT – SEMUA KEBUTUHAN ANDA

KWA khotim shogirAmalan ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abas RA, dia berkata “ Bersabda Rosulullah SAW Barang siapa yang mempunyai hajat kepada Allah Swt maka hendaklah dia bangun kemudian berwudhu dengan wudhu yang bagus lalu berdiri untuk melakukan sholat sunat hajat empat roka’at dengan sekali salam ditempat yang tidak ada orang yang melihatnya.

Hadits itu memerinci amalan lengkapnya sebagai berikut:

Caranya membaca pada roka’at pertama setelah surat Al Fatihah surat Al Ikhlas 10x

kemudian pada roka’at kedua surat Al Ikhlas 20x

pada roka’at ketiga surat Al Ikhlas 30x

pada roka’at keempat surat Al Ikhlas 40x

(KALAU KITA JUMLAH MAKA DIDALAM SHOLAT KITA SUDAH MEMBACA 100X SURAT AL IKHLAS)

Setelah selesai sholat sebelum berkata-kata dengan ucapan yg lain, maka baca:

Surat Al Ikhlas 50 x

Sholawat 50 x

Istighfar 50 x dan

Lahaula wala quwata ila Billah 50x

Selanjutnya mintalah kepada Allah Swt akan hajat kita (dengan bahasa yang mudah kita bias tahu artinya).

Amalan selesai dan sempurna

KWA khotim KABIRSebagai tambahan informasi, Bacaan Bacaan Surat Al Ikhlas dalam Bahasa Indonesia

1).Qul huwa alloohu ahad,
2).Alloohu shomad,
3).lam yalid walam yuulad,
4).walam yakun lahu kufuwan ahad.

Terjemahan Bacaan Surat Al Ikhlas

1). Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
2). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
3). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
4). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

BACA DENGAN TELITI TATA CARA DI ATAS.

Demikian semoga bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari kita. amin

@Kwa,2016

Categories: AMALAN SHOLAT SUNNAH DENGAN POWER 100 AL IKHLAS | 69 Komentar

ILMU BAGI OLAHRAGAWAN MENEMBAK DAN BERBURU BINATANG


Ilmu ini berasal dari khasanah Budaya Melayu Kalimantan Barat, dan kebanyakan ilmu dari Budaya Melayu maka bersifat SEMULA JADI dalam arti untuk memilikinya tidak perlu melakukan riyadhoh. Cukup dibaca doa mantranya saja dan saran saya gunakan secara bijaksana.

Sebab berburu binatang itu sesungguhnya merusak keseimbangan alam. Namun ada kalanya diperlukan misalnya binatang sudah mengganggu kehidupan masyarakat, merusak tanaman padi, bahkan bisa jadi binatang itu membunuh manusia sebagaimana yang pernah terjadi di masyarakat yang tinggal di sekitar hutan di Sumatera, Kalimantan maupun pulau-pulau yang kini sudah ditinggali oleh manusia. Untuk itu, diperlukan ilmu berburu dengan senapan.

Ilmu ini juga bisa dipergunakan untuk sedulur-sedulur yang hobi olah raga menembak tepat dalam kejuaraan-kejuaraan. Meskipun ilmu ini sebenarnya untuk berburu dengan menggunakan senapan/bedil. Caranya adalah membaca mantera berikut ini sebelum melaksanakan aktivitas berburu.

Baca tahan napas dan kembuskan ke peluru/mimis  dan masukkan ke senapan. Selanjutnya adalah bidiklah dan atur napas dengan sebaik-baiknya sebagaimana aktivitas menembak.

=ALUNG ARA MEMBEDIL. SELENGKUNG ARA MEMUNIS. KE JANTUNG TEMPAT TERBANG. KULLU NAFSIN DZAIQOTUL  MAUT. BERAJAL KAU MATI. TAK BERAJAL KAU MATI=

Demikian semoga ilmu ini membawa manfaat dan tidak dipergunakan untuk tujuan-tujuan yang negatif. Jadikan langkah ini untuk menjadi bagian dari pelestarian Budaya Nusantara. Salam paseduluran.

@Kwa,2016

Categories: ILMU BAGI OLAHRAGAWAN MENEMBAK DAN BERBURU BINATANG | 9 Komentar

IJASAHAN ASMAK BAHROINI


wongalus

Bismilah. Dengan menyebut Asma Allah SWT yang mutlak keagungan-NYA dan memohon ijin NYA, bersama ini saya ijasahkan Asmak Bahroini dgn sempurna kpd sedulur2 yg berkenan menerimanya.

WAHUWALLADZI MAROJAL BAHROINI HAADZA ADZBUN FUROOTUN WAHAADZA MILHUN UJAAJUN. WA JA’ALA BAINAHUMAA BARZAKHON WAHIJRON MAKHJUURO.

313 X selama 3 hari.

#fadhilah utk pemagaran/pageran, pemisah yang hak dan yang batil,  panglimunan/halimunan, keselamatan lahir batin dan masih banyak lagi.

Demikian terima kasih dan salam paseduluran KWA.

@kwa,2016

Categories: ASMAK BAHROINI | 37 Komentar

MOHON DOA RESTU


Alhamdulillahirobbilalamin.

IMG-20160813-WA0037Atas ijin Allah SWT dan syafaat Rasulullah SAW, Program pelatihan MASTER KWA yang diselenggarakan mulai Sabtu pagi 13 Agustus sd Minggu pagi 14 Agustus 2016 telah selesai dilaksanakan dengan lancar dan sukses.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini dan mewakili para Master KWA yang baru selesai mengikuti pelatihan, kami:

ALUMNI PELATIHAN MASTER KWA
ANGKATAN L / 50

============================================

KI SULTAN AGUNG PENANGGUNGAN  (KEDIRI)

KI SULTAN DWI PENANGGUNGAN (SOLO)

KI SULTAN ADRILA PENANGGUNGAN (JAKARTA)

KI SULTAN UDIN PENANGGUNGAN (MAGELANG)

KI SULTAN AGUS PENANGGUNGAN (SIDOARJO)

========================================= 

20160813_210645Mohon doa restu dari pembaca KWA, simpatisan KWA dan semua alumni KWA agar pelatihan Master KWA yang telah kami ikuti mendapatkan ridho dari Allah SWT dan bisa mendatangkan manfaat yang besar bagi masyarakat luas, bagi bangsa negara, bagi agama dan bagi keluarga kita. Amin YRA.

Terima kasih dan salam paseduluran.
Wassalamualaikum wr wb. Rahayu kang sami pinanggih.

20160811_171944

ttd

Ki Wongalus

======================================

link daftar para alumni program master:
https://wongalus.wordpress.com/alumni-kwa/

link terkait program Master KWA
https://wongalus.wordpress.com/cs/

======================================

cropped-20160507_120545.jpg

=Ubahlah hidupmu,
Ahli Berkasih Mesra dengan Sang Kekasih,
jadilah AHLI DZIKIR sepanjang usia,
Bergabunglah dengan MASTER KWA=

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

ILMU DARI NUSANTARA: PELET PENGASIHAN DENGAN MEDIA MAKANAN MINUMAN


MURID RATU BERINGKAK

Salam paseduluran.

nanga jungkit nanga asarReaksi terkena pelet pengasihan sejenis ini biasanya langsung terjadi. Target yang memakan makanan yang dimantrai tiba-tiba akan menyenangi, menggandrungi, bersimpati dan lama kelamaan akan tumbuh rasa kasih sayang dalam hatinya. Padahal, sebelumnya hatinya biasa-biasa saja bahkan terkadang benci terhadap kita. 

Usahakan agar target memakan makanan yang kita mantrai tersebut. Makanan bisa berupa apa saja, misalnya roti-roti olahan, buah-buahan, permen atau bahkan bisa juga minuman.

Ilmu ini tidak perlu riyadhoh seperti puasa, wirid, dzikir dan lain sebagainya. Usahakan kita menghapal mantranya. Kalau tidak hapal, ya dibaca saja tulisan ini.

Saya mendapatkan ilmu ini dari seorang ketua pahlawan adat di kampung saya, di daerah Kalimantan Barat. Beliau dikenal sebagai ‘dukun’ yang serba bisa. Apabila ada orang sakit, dibawa ke dia. Apabila ada orang membutuhkan bantuan apapun, dibawa ke dia.  Orang yang meminta bantuan kepadanya, membawa makanan/rokok/uang ala kadarnya semampunya. Beliau tidak mematok tarif berapa orang harus bayar bila menggunakan jasanya. Hal ini adalah ciri khas masyarakat desa yaitu suka gotong royong.

Berikut mantranya dan bacalah diam-diam agar target tidak mengetahuinya:

Bismillahirrohmanirrohim  (7 x) 
IBNU SI (nama target) YA PATAH YA PATAH, 
HU PATAHLAH HATI ENGKAU PADAKU,
AKU MEMAKAI JoYo SAMPURNo,
HATI ENGKAU SUDAH KUBELAH,
EMPEDU ENGKAU SUDAH KUPECAH,
JANTUNG ENGKAU SUDAH KUTUMPAH,
MATA ENGKAU SUDAH KUPECAH,
LIDAH ENGKAU SUDAH KUPATAH
(tarik nafas 3 x lalu baca)
KABIRUN KASIRUN YA FATTAH YA FATTAH HU ALLOH
BUKAN KUASAKU KUASA ALLOH
LA ILAHA ILALLAH
MUHAMMADUR ROSULULLOH
(hembuskan 3 x ke makanan).

Baca dan hembuskan ke barang yang akan diberikan ke target dan barang tersebut hendaknya berupa makanan yang nanti dimakan target. Demikian sharring ilmu dari tanah Melayu, semoga ini bisa menjadi upaya membuka wawasan tentang kekayaan budaya Indonesia.

Terima kasih.

@kwa,2016

Categories: ILMU DARI NUSANTARA: PELET PENGASIHAN DENGAN MEDIA MAKANAN MINUMAN | 35 Komentar

Diproteksi: IJAZAH ILMU MEMBUKA PINTU REJEKI YANG TERTUTUP


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Categories: IJAZAH ILMU MEMBUKA PINTU REJEKI YANG TERTUTUP | Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

KEGIATAN ALUMNI PELATIHAN KWA (PENGIJASAHAN TINGKAT LANJUT STRATA 4) DAN SYAWALAN BERTEMPAT DI LERENG GUNUNG PENANGGUNGAN TRAWAS MOJOKERTO


Alhamdulillah KEGIATAN PENGIJAZAHAN ALUMNI PELATIHAN MASTER KWA (TINGKAT STRATA 4) DAN SYAWALAN BERTEMPAT DI LERENG GUNUNG PENANGGUNGAN TRAWAS MOJOKERTO telah selesai dilaksanakan pada hari Jumat sd Sabtu (29 Juli -30 Juli 2016).

Ini adalah bentuk keakraban dan keperdulian sesama alumni pelatihan MASTER KWA yang digelar secara berkala dan rutin dengan tujuan agar para peserta alumni bisa menjalin persaudaraan, bisa berkomunikasi dan menambah ilmu yang telah didapatkan saat pelatihan master KWA.

Ketiga pengurus alumni MASTER KWA yaitu KETUA ALUMNI: KI AGENG IMAM PENANGGUNGAN (PONOROGO), WAKIL KETUA: KI YASIN DAENG PENANGGUNGAN (BEKASI), SEKJEN: KI AGENG SATRIA HAYUNINGRAT, (SUMEDANG)  bisa hadir dan mensupport kegiatan ini, dibantu oleh forum Cangkrukan di Markas KWA tiap kamis yang dipimpin oleh Mbah Duro, Wak Kasan dan Mbah Septian.

Sebelum pelaksanaan acara, semua alumni yang tergabung dalam Grup di Whatsapp berdiskusi tentang format yang bagaimana yang akan dilaksanakan dalam acara yang penuh dengan kekhusyukan, kebersamaan serta kehangatan satu keluarga besar dan canda tawa. Akhirnya tersusun acara yaitu: pembukaan doa, pengijazahan tambahan ilmu-ilmu hikmah tajrib tingkat tinggi (S4 sebagai kelanjutan dari ilmu master KWA tingkat S1 – S2 dan S3), diskusi lepas dan bakar jagung serta ditutup dengan doa penutup.

Kami atas nama KWA mengucapkan terima kasih tiada terhingga kepada semua pihak yang telah bekerja mensukseskan acara ini dan semoga kesuksesan lahir batin dunia akhirat bisa didapatkan atas ijin dan ridho dari Allah SWT.

Salam paseduluran, Semakin tinggi ilmu, semakin tinggi pendakian spiritual maka wajib untuk Semakin Tawaduk (rendah hati),  Ikhlas dalam ber-Qonaah kepada Qodha dan Qodar Allah Taala dan semakin kuat menancapkan erat Tauhid – Syahadat di dada masing-masing.  Amin.

ttd

ki wongalus

===============

20160730_100947(0)

IMG-20160730-WA0017

IMG-20160730-WA0015

 

IMG-20160729-WA0027

IMG-20160730-WA0004

IMG-20160729-WA0019

IMG-20160729-WA0035

IMG-20160730-WA0012
20160730_101005

@kwa,2016

Categories: S4 ALUMNI MASTER KWA | 8 Komentar

ILMU KEREJEKIAN HASBUNALLOH dan PENYELARASANNYA


Ini adalah amalan agar kita mendapatkan lancar rezeki dan kekayaan, membuka rejeki yang semula sempit menjadi berkecukupan. Jangan lupa, setelah mengamalkan ilmu ini maka anda wajib tetap kerja keras dan kreatif. Sebagaimana yang dianjurkan dalam ajaran Agama Islam agar kita sebagai muslim/muslimah tetap bekerja keras. 

CARANYA: dilakukan setiap hari dan pengamal rutin (istiqomah) dianjurkan. Tidak ada jumlah berapa hari dalam pengamalannya. Semakin banyak maka akan semakin kuat power rejeki yang ditarik.

AMALANNYA:

Tawassul  kirim alfatihah kepada Nabi Muhammad SAW, Syekh Abu Hasan Asy Syadzili, orang tua dan diri kita sendiri

Selanjutnya baca  450  x

HASBUNALLOHU WA NI’MAL WAKIIL 450 X

Lanjutkan dengan membaca doa di bawah ini 10 x.

QULILLAAHUMMA MAALIKAL MULKI TU’TIL MULKA MIMMAN TASYAA’UWATANZI’UL MULKA MIMMAN TASYAA’U WATU’ZZU MAN TASYAA’U WATUDZILLU MAN TASYAA’U BIYADIKAL KHOIRU INNAKA ‘ALAA KULLI SYA’INQODIIRUN. TUULIJULLAILA FINNAHAARI WATUULIJUNNAHAARO FILLAILIWATUKHRIJUL HAYYA MINAL MAYYITI WATUKHRIJUL MAYYITA MINALHAYYI WATARZUQU MAN TASYAA’U BIGHOIRI HISABBIN. 10 x

 Lanjutkan dengan membaca wirid 1900 X :

YA ROZZAQ  YA WAHHAAB YA FATTAAH YA GHONIYYU YA  MU’THII  1900 x

Setiap sampai 100 x selingi dengan membaca:

QOOLA ‘IISABNU MARYAMALLOHUMMA ROBBANAA ANZIL ‘ALAINAAMAA’IDATAMMINASSAMAA’I TAKUUNU LAANAA ‘IIDALLI AWWALINAA WAAAKHIRINAA WA AAYATAMMIKA WARZUQNAA WA ANTAKHOIRUROOZIQIINA

Mudah-mudahan amalan ini bermanfa’at dan barokah bagi kita semua dengan izin dan ridho ALLAH SWT. Amin.

@KWA,2016

==========================================

SEHUBUNGAN DENGAN PERMINTAAN PARA SEDULUR PEMBACA KWA, MAKA BERSAMA INI SAYA LAKUKAN PENYELARASAN ILMU KEREJEKIAN HASBUNALLOH INI.

PENYELARASAN AKAN SAYA ADAKAN PADA

HARI SABTU

TANGGAL 30 JULI 2016 

JAM 20.00 WIB ( kalau Anda berada di tempat lain (WITA /WIT ) atau di luar negeri silahkan menyesuaikan diri dengan jam kami mengadakan penyelarasan.

=LAMA PENYELARASAN LIMA MENIT=

pada jam itu silahkan sediakan air putih segelas dan duduklah meditasi sekitar 5 menit.

KAMI AKAN MENTRANSTER JARAK JAUH DOA HASBUNALLOH dan selanjutnya silahkan diamalkan ilmu kerejekian tersebut.

Selanjutnya silahkan air minum segelas tersebut diminum. Semoga barokah biidznilah. Amin YRA

Demikian terima kasih

@@@

Categories: ILMU KEREJEKIAN HASBUNALLOH dan PENYELARASANNYA | 60 Komentar

BENTENG LAPIS TUJUH HASBUNALLOH


Fadhilah: membentengi diri dari BAHAYA apapun, melindungi dari musuh, setan, penguasa jahat, kerusakan, kebakaran, kebatilan dan juga hewan buas.

Cara:

Tawassul/kirim Al Fatihah kepada: Nabi Muhammad SAW, Syekh Hasan Syadzili, orang tua kita.

Pada saat pertengahan malam setelah bersuci/wudhu wiridkan:

=HASBUNALLOH  WA NI’MAL WAKIL  450 x empat ratus lima puluh) kali.

Selanjutnya  bacalah doa dibawah ini 7 X :

ALLOOHUMMA INNI AS’ALUKA BISIRRIDDZAATI WA BIDDZAATISSIRRI HUWA ANTA, ANTA HUWA LAA ILAAHA ILLAA ANTA. IHTAJABTU BINUURILLAAHI WA BINUURI ‘ARSYILLAAHI WA BIKULLISMIN HUWALLOOHU MIN ‘ADUWWU WA ‘ADUWWIHI WA MIN SYARRI KULLI KHOLQILLAAHI BI MI’ATI ALFI ALFI LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIMI. KHOTAMTU ‘ALAA NAFSII WA DIINII WA AHLII WA WALADII WA JAMII’A MAA A’THOONII ROBBII BIKHOOTAMILLAAHIL QUDDUUSIL MANII’ILLADZII KHOTAMA BIHII ‘ALAA AQTHOORISSAMAAWAATI WAL ARDHI  (HASBUNALLOOHU WA NI’MAL WAKIILU) WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIMI. WASHOLLALLOOHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALIHI WA SHOHBIHII WA SALLAM

Ya Allah SWT, sesungguhnya aku memohon kepadaMu dengan rahasia Dzatmu dan dengan Dzatmu yang (Engkau) rahasiakan, yaitu Engkau. Engkau adalah Dia yang tidak ada tuhan selain Engkau. Aku berlindung dengan cahaya Allah SWT dan dengan cahaya singgasana-Nya dan dengan tiap nama yang nama itu adalah Allah SWT, dari musuhku dan musuh-Nya dan juga dari kejelekan seluruh makhluk Allah SWT dengan sejuta LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIMI, aku kunci diriku, agamaku, keluargaku dan semua yang telah diberikan kepadaku dari Allah SWT SWT Tuhanku dengan kunci Allah SWT SWT yang Maha Suci, Maha Mencegah yang dengan itu Allah SWT merawat penjuru langit dan langit. (cukuplah Allah SWT sebagai Tuhan yang mencukupiku dan sebaik-baik Allah SWT sebagai  pelindung). Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan selain dengan (pertolongan) Allah SWT.Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat ta’dzim dann salam atas  junjungan kita Nabi Muhammad dan keluarga serta para sahabatnya.

Selanjutnya  bacalah doa dibawah ini 7 X :

ASROQO KALAAMULLOOHI WADZOHARO KALAAMULLOOHI WATSABATA AMRULLOOHI WA NAFADZA HUKMULLOOHI ISTA’ANTU BILLAAHI TAWAKKALTU ‘ALALLOOHI MAA SYAA’A ALLOOHU WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAHI. TAHASSHONTU BIKHOFYI LUTHFILLAAHI WA BI LATHIIFI SHUN’ILLAAHI WA BI JAMIILI SITRILLAAHI WA BI ‘ADZIIMI DZIKRILLAAHI WA BIQUWWATI SULTHOONILLAAHI DAKHOLTU FII KANAFILLAAHI WASTAJARTU BIROSUULILLAAHI BARI’TU MIN HAULII WA QUWWATII WASTA’ANTU BIHAULILLAAHI WA QUWWATIHI. ALLOOHUMMASTURNII FII NAFSII WA AHLII WA MAALII WAWALADIII BISITRIKALLADZII SATARTA BIHII DZAATAKA FALAA ‘AINA TAROOKA WA LAA YADA TASHILU ILAIKA YAA ROBBAL ‘AALAMIINA. UHJUBNII ‘ANIL QOUMIDDZOOLIMIINA BIQUWWATIKA YAA QOWIYYU YAA MATIINU. HASBUNALLOOHU WA NI’MAL WAKIILU WALAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIMI. WASHOLLALLOOHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN KHOOTAMINNABIYYIINA WA ‘ALAA AALIHII WASHOHBIHII AJMA’IINA WA SALLAMA TASLIIMAN KATSIIRON DAA’IMAN ILAA YAUMIDDIINA WALHAMDULILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIIN

Telah bersinar cahaya Allah SWT, telah jelas kalam Allah SWT, telah ditetapkan ketetapan Allah SWT dan berjalan hukum Allah SWT SWT. Aku meminta pertolongan kepada Allah SWT SWT, aku berserah diri kepada Allah SWT, perkara kehendak Allah SWT, tidak ada daya dan tidak ada kekuatan selain dengan (pertongan) Allah SWT. Aku  berbenteng dengan samarnya kehalusan Allah SWT, dengan kehalusan ciptaan Allah SWT, dengan indahnya tirai Allah SWT, dengan agungnya dzikir kepada Allah SWT, dan dengan kekuatan kekuasaan Allah SWT aku masuk ke perlindungan Allah SWT dan aku berlindung dengan Rasulullah SAW. Aku lepas dari daya dan kekuatanku dan aku bersandar pada daya dan kekuatan Allah SWT. Ya Allah, tutuplah aku dari (nafsu dalam diri)ku (sehingga ia tak mampu menggodaku), dari keluargaku, dari harta dan anakku dengan tiraiMu yang dengan tirai itu Engkau menutup diriMu hingga tak ada mata yang mampu melihatMu, tak ada tangan yang mampu menyentuhMu. Wahai Allah SWT, Tuhan semesta alam, lindungilah aku dari orang-orang dzalim dengan kekuatanMu wahai Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuat lagi Maha Kokoh. Cukuplah Allah SWT Tuhan yang mencukupiku dan sebaik-baik Allah SWT sebagi pelindung. Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan selain dengan (pertolongan) Allah SWT yang Maha Luhur lagi Maha Mulia. Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan rahmatNya atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yaitu akhir para Nabi dann juga semoga senantiasa tercurahkan atas seluruh keluarga dan seluruh sahabtnya dan semoga mencurahkan salamNya yaitu salam yang sebanyak-banyaknya untuk selama-lamanya hingga hari Kiamat. Segala puji bagi Allah SWT penguasa alam semesta.

Demikian ijasah amalan  kitab sirrul jalil ini semoga Allah SWT SWT memberikan penunjuk atas perkara yang benar dan kepadaNya tempat kita semua kembali.

@kwa,2016

Categories: BENTENG LAPIS TUJUH HASBUNALLOH | 15 Komentar

HIZIB HASBUNALLOH


Fadhilah: melumpuhkan orang dholim. Target akan mengalami sakit, tertimpa bencana dan bahkan bisa membinasakan mereka dari kehidupan ini.

Cara: riyadhoh 3 atau 7 hari

Tawassul/kirim Al Fatihah terutama kepada: Nabi Muhammad SAW, Syekh Hasan Syadzili, orang tua kita. Bisa ditambah sesuai dengan keyakinan.

Pada saat pertengahan malam setelah bersuci/wudhu bacalah:

HASBUNALLOH WA NI’MAL WAKIL  450 x  (empat ratus lima puluh) kali.

Kemudian bacalah doa HIZIB di bawah ini 7 X :

YAA SYADIIDAL BATHSYI YAA DZAL QUWWATIL QOOHIROTI WAL ‘IZZAL BAAHIROTI YAA MUNTAQIMU YAA ‘AZIIZU YAA QOHHAARUNTAQIM MIN ‘ABDIKA FULAANI (……ISI NAMA TARGET….) YAA MIMIITU (FA AKHODZAHUMULLOOHU BIDZUNUUBIHIM WA MAA KAANA LAHUMMINALLOOHU MIWWAAQIN). YAA QOHHAARU YAA DZAL BATHSYISYADIIDI ANTALLADZII LAA YUTHOOQUUNTIQOOMUHU ANTA QOHHAARUL JABBAARIINA WAMUNSHIFUL MADZLUUMIINA MINADDZOOLIMIINA, JALLASMUKA YAA QOHHAARU YAA QOHHAARU YAA QOHHAARU AQHIR KADZAA WA KADZAA (FA AKHODZAHUMULLOOHU BIDZUNUUBIHIM FADAMMARNAAHUM TADMIIRON). ALLOOHUMMA BI TALA’LU’I NUURI BAHAA’I HUJBI ‘ARSYIKA MIN A’DAA’IIHTAJABTU WABISTHWATIL JABARUUTI MIMMAN YAKIIDUNII ISTATARTU WA BITHUULI HAULI SYADIIDI QUWWATIKA MIN KULLI SULTHOONIN TAHASSHONTU WA BIDUYUUMI QOYYUUMIN DAWWAAMIN ABDAITUKA MIN KULLI SYAITHOONIN ISTA’ADZTU WA BIMAKNUUNISSIRRI MIN SIRRIKA MIN KULLI HAMMIN WA GHOMMIN TAKHOLLASHTU. YAA HAAMILAL ‘ARSYI ‘AN HAMALATIL ‘ARSYI YAA SYADIIDAL BATHSYI YAA HAABISAL WAHSYAA IHMAL ‘ANNII MAN DZOLAMANII WA AADZAANII WASJUNHU FII SIJNI QIHRIKA ALLADZII LAA YADKHULUHUU ROHMATUN MIN ROHMATIKA WAGHLAB MAN GHOLABANII (KATABALLOOHU ANA WA RUSULII INNALLOOHA QOWIYYUN ‘AZIIZUN, WA KADZAALIKA AKHDZU ROBBIKA IDZAA AKHODZAL QUROO WA HIYA DZOOLIMATUN INNA AKHDZAHUU ALIIMUNSYADIIDUN, WARODDALLOOHULLADZIINA KAFARUU BIGHOIDZIHIM LAM YANAALUU KHOIROWWAKAFAALLOOHUL MU’MINIINAL QITAALA WA KAANALOOHU QOWIYYAN ‘AZIIZAN) (ALAM TARO KAIFA FA’ALA ROBBUKA BI ASHAABIL FIILI ALAM YAJ’AL KAIDAHUM FII TADHLIILIWWA ARSALNAA ‘ALAIHIM THOIRON ABAABILA TARMIIHIM BIHIJAAROTIM MINSIJIIL FAJA’ALAHUM KA’ASHFIMMA’KUULIN). ALLOOHUMMA INNII URIIDU AN ADRO’A BIKA FII NUHUURIHIM WA A’UUDZUBIKA MIN SYURUURIHIM ALLOOHUMMA SALLITH ‘ALAIHIM ANWAA’AL ‘ADZAABI WAKHOLLISHNII MIN MAN DZOLAMANII WA AADZANII WA LAA TUMAHHILHUM YAA SYADIIDAL BATHSYI YAA QOHHAARU YAA MUNTAQIMU HASBUNALLOOHU WA NI’MAL WAKIILU WALAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIM.

Ya Allah SWT, wahai Tuhan yang Maha Dahsyat siksaNya, ya Allah SWT, wahai Tuhan yang memiliki kekuatan jelas (dapat disaksikan seluruh makhluk) dan memiliki kemuliaan luhur. Ya Allah SWT, wahai Tuhan yang Maha Menuntut (dengan siksaan), ya Allah SWT, wahai Tuhan yang Maha Luhur, ya Allah SWT, wahai Tuhan yang Maha Perkasa, tuntut dan siksalah hambaMu yaitu …….NAMA TARGET…. Ya Allah SWT, yang Maha Mematikan (maka Allah SWT menyiksa mereka dengan dosa-dosa mereka dan tidak ada penolong bagi mereka dari siksa Allah SWT SWT). ya Allah SWT, wahai Tuhan yang Maha Perkasa, wahai Tuhan yang memiliki siksaan sangat dahsyat Engkaulah Tuhan yang tidak ada seorangpun yang sanggup menolak atau menghadapi siksaNya. Engkaulah Tuhan yang bisa memaksa orang-orang sombong, Engkaulah yang bisa menolong orang-orang teraniaya dari mereka yang menganiaya. Maha Luhur namaMu wahai Allah SWT yang Maha Perkasa paksalah sedemikian rupa (maka Allah SWT menyiksa mereka dengan dosa-dosa mereka kemudian Kami menghancurkan mereka dengan kehancuran nyata). Ya Allah SWT, dengan cahaya keagungan tirai singgasanaMu aku berlindung dari musuh-musuhku. Dengan kehebatan keperkasaanMu aku berlindung dari orang-orang yang berbuat jahat kepadaku. Dengan kekelalan sifat kekalMu aku berlindung dari seluruh setan, dari rahasiaMu yang tersimpan aku terlepas dari segala kesedihan dan kesusahan. Ya Allah SWT, wahai Tuhan yang memelihara singgasanaNya dari para mailakat yang ditugaskan memeliharanya, ya Allah SWT, yang Maha dahsyat siksaNya, wahai Allah SWT yang menjaga kegersahan tanggung dan lindungilah aku dari orang yang berbuat dzalim dan menyakitiku, penjarakan ia dalam penjara yang tak setetes kasihMu masuk kedalamnya, tolonglah aku dari orang yang telah mengalahkanku (Allah SWT telah menetapkan bahwa Aku akan mengalahkan mereka dan (juga akan mengalahkan mereka) para utusanKu) sesungguhnya Allah SWT Maha Kuat lagi Maha Luhur. Demikianlah siksaan Allah SWT kala Dia menyiksa
suatu suatu golongan dzalim, sesungguhnya siksaNya sangat menyakitkan dan dahsyat. Dan Allah SWT menghalau orang-orang yang kafir itu yang Keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh Keuntungan apapun. Dan Allah SWT menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan dan Allah SWT Maha kuat lagi Maha Perkasa). (Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)). Ya Allah SWT, sesungguhnya aku menginginkan untuk mengembalikan kejahatan mereka dengan (kekuatan)Mu berbalik kepada mereka dan aku berlindung kepadamu dari kejelekan mereka. Ya Allah SWT, turunkan kepada mereka berbagai macam adzab dan selamatkan aku dari orang yang dzalim dan menyakitiku, janganlah Engkau tunda wahai Tuhan yang memiliki tindakan (siksaan), ya Allah SWT, wahai Tuhan yang Maha Perkasa, Maha Penuntut (menyiksa). Allah SWT adalah tuhan yang mencukupi kami dan Allah SWT adalah sebaik-baik pelindung. Tidak ada daya (bisa menghidar dari maksiat) dan tidak ada kekuatan (bisa melaksanakan ibadah) selain dengan (pertolongan) Allah SWT yang Maha Luhur lagi Maha Agung).

Demikian ijasah amalan kitab sirrul jalil ini semoga Allah SWT SWT memberikan penunjuk atas perkara yang benar dan kepadaNya tempat kita semua kembali.

@kwa,2016

Categories: HIZIB HASBUNALLOH | 16 Komentar

RIYADHOH TUJUH HARI AYAT HASBUNALLOH


Fadhilah: hajat apapun (rezeki, usaha, perjodohan, masalah rumah tangga dll) terkabul biidznillah. Allah SWT memberi pertolongan kepada kita untuk bisa melaksanakan perintah-Nya, dengan lantaran doa hasbunalloh  dan  bertambah dalam  I’tibar (mengambil pelajaran) sehingga akan mendatangkan mukasyafat (terbukanya  pintu rahmat Allah SWT).

Cara: riyadhoh 7 hari diawali puasa hari Kamis.  pada saat berbuka dengan kurma, minuman manis dan roti.

Tawassul/kirim Al Fatihah kepada: Nabi Muhammad SAW, Syekh Hasan Syadzili, orang tua kita.

Pada saat pertengahan malam setelah bersuci/wudhu bacalah:

=HASBUNALLOH  WA NI’MAL WAKIL  950 x (Sembilan ratus lima puluh) kali.

Kemudian bacalah doa dibawah ini:

AYYATUHAL  ARWAAHUTTHOOHIROTUL WAASHILATUL MUTAWAKKILUUNA  BI HAADZIHIL AAYATIL MUTHII’UNA LAHAA AJIIBUU DA’WATII WA AFIIDHUU ILAYYA MIN ANWAARIKUM FAIDHOTAN ‘AMIIMATAN HATTAN THOQQO BI MAA KHOFIYAA WASLUBUU QULUUBA BANII AADAMA WA BANAATI HAWAA’A BIL MAHABBARI ROGHOBAWWAROHABAN. BAAROKALLOOHU FIIKUM WA ‘ALAIKUM.

Artinya: wahai para roh suci yang telah sampai (derajat tinggi) yang bertawakkal (kepada Allah SWT ) dengan ayat mulia ini, yang taat kepadanya. Jawablah panggilanku dan curahkanlah cahaya kalian padaku, dengan curahan merata hingga tampak hal yang samar. Dan tariklah hati anak cucu Adan dan Hawa dengan rasa cinta dan hormat (padaku). Semoga Allah SWT memberkahi kalian dan atas kalian

Selanjutnya  =HASBUNALLOH  WA NI’MAL WAKIL  ditulis dengan bahasa Arab di atas piring/mangkok, dengan tinta  yang di dicampurkan didalamnya air bunga mawar dan minyak misik. Kemudian tulisan tersebut direndam dengan air dan air tersebut diminum dan silahkan tidur.

Lakukan hal ini lima atau tujuh HARI dengan berpuasa dan  riyadhah.

Pada hari ketujuh  (terakhir) bacalah:

=HASBUNALLOH  WA NI’MAL WAKIL  sebanyak 7000 (tujuh ribu) kali, dan membacanya berada ditempat yang sepi yang diberi wewangian. Bila hal ini telah selesai, tidurlah ditempat tersebut (tempat membaca) maka Anda akan bertemu dengan berbagai cara, bisa melalui mimpi/bisa langsung didatangi orang yang sebenarnya adalah utusan dari khodam malaikat/bisa bertemu dengan kesadaran supra sendiri, yang akan menunjukkan Anda petunjuk tertentu terkait kebutuhan hajat Anda.

@@@

Categories: RIYADHOH TUJUH HARI AYAT HASBUNALLOH | 18 Komentar

ILMU PELET PENGASIHAN – MAHABBAH KHUSUS HASBUNALLOH


Assalamualaikum wr wb.  Semoga kita semua diberi pertolongan oleh Allah SWT untuk bisa melakukan hal yang diridhoi-Nya. Berikut ini adalah ijasah ilmu untuk membinasakan musuh yang mendholimi kita dengan menggunakan salah satu keistimewaan ayat  HASBUNALLOH WA NI’MAL WAKIL sebagaimana yang termuat dalam kitab Sirrul Jalil mahakarya dari Maestro ilmu Hikmah: Syeikh Al-Qutub Hasan Asy-Syadzili R.A.

Sebelum membahas lebih lanjut amalan ini, silahkan  Tawassul/kirim Al Fatihah kepada: Nabi Muhammad SAW, Syekh Hasan Syadzili, orang tua kita.

FADHILAH: Untuk pengasihan KHUSUS (ada target khusus), penundukan target dan mengarahkannya untuk perilaku yang baik hingga orang yang dituju akan melaksanakan keinginan sepenuh hatinya sendiri.

CARA mengamalkannya: RITUAL 3 MALAM/ bisa juga 7 MALAM. Tiap malam pada pertengahan malam laksanakan wudhu dengan  sempurna  kemudian  shalat 6  (enam)  raka’at.

Pada tiap raka’at membaca surat alfatihah kemudian baca:

=HASBUNALLOH  WA NI’MAL WAKIL  450 x

Setelah salam, bacalah:

=HASBUNALLOH  WA NI’MAL WAKIL  950 x (Sembilan ratus lima puluh) kali. Pada saat membaca  bayangkan  seseorang  yang  dituju seolah didepan mata seolah ia ada di depan.

Bila bacaan sudah genap 950 bacalah ayat di bawah ini sebanyak 7 (tujuh) kali:

YUHIBBUUNAHUM KAHUBBILLAAHI WALLADZIINA AAMANUU ASYADDU HUBBALLILLAAH

LAU ANFAQTA MAA FIL ARDHI JAMII’AMMAA ALLAFTA BAINA QULUUBIHIM WALAAKINNALLOOHA ALLAFA BAINAHUM INNAHUU ‘AZIIZIN HAKIIMUN.

WA ALQOITU ‘ALAIKA MAHABBATAMMINNII WALITUSHNA’A ‘ALAA ‘AINII

Artinya:

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah SWT) mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah SWT. Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah SWT.

walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah SWT telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha gagah lagi Maha Bijaksana.

Dan aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku.

Selanjutnya akhiri dengan membaca  =HASBUNALLOH  WA NI’MAL WAKIL  450 x.

Demikian ijasah amalan  kitab sirrul jalil ini semoga Allah SWT SWT memberikan penunjuk atas perkara yang benar dan kepadaNya tempat kita semua kembali.

@kwa,2016.

 

Categories: ILMU PELET PENGASIHAN - MAHABBAH KHUSUS HASBUNALLOH | 15 Komentar

Blog di WordPress.com.